Baru-baru ini, Tim Kejahatan Teknologi dan Kekayaan dari Distrik Polisi Tengah Hong Kong berhasil mengungkap kasus penipuan yang melibatkan stablecoin. Dalam kasus ini, seorang wanita lanjut usia berusia 77 tahun menjadi korban penipuan di sebuah pertukaran Uang Virtual di Sheung Wan, dengan kerugian mencapai 3 juta dolar Hong Kong.
Diketahui, korban awalnya berencana untuk membeli stablecoin di pertukaran tersebut, namun malang, mereka terjebak dalam perangkap yang dirancang dengan cermat oleh penipu. Para penjahat memanfaatkan trik yang disebut "brankas palsu", berhasil menipu uang tunai dari orang tua tersebut.
Polisi Hong Kong segera bertindak setelah menerima laporan, memanfaatkan keunggulan "Rencana Mata Tajam", dan dengan menggabungkan penyelidikan mendalam serta analisis intelijen, hanya dalam waktu tiga hari berhasil mengidentifikasi dan menangkap tiga orang tersangka, termasuk pria dan wanita. Saat ini, para tersangka tersebut telah dituduh secara sementara dengan kejahatan penipuan.
Polisi menyatakan bahwa penyelidikan kasus ini masih berlangsung, dan mereka sedang mencari orang lain yang mungkin terlibat serta sisa uang hasil kejahatan. Pihak berwenang tidak menutup kemungkinan akan ada lebih banyak tersangka yang ditangkap dalam penyelidikan selanjutnya.
Kasus ini sekali lagi mengingatkan publik untuk tetap waspada saat melakukan transaksi Uang Virtual dalam jumlah besar, memilih saluran resmi, dan memperhatikan perlindungan keamanan harta benda mereka. Pada saat yang sama, hal ini juga menyoroti kemampuan dan tekad aparat penegak hukum dalam memberantas kejahatan keuangan baru.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
15 Suka
Hadiah
15
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
ContractDashen
· 14jam yang lalu
Kenapa bisa begini haha😝! Kenapa teleponmu mati, saya tidak tahu.
Lihat AsliBalas0
MainnetDelayedAgain
· 14jam yang lalu
Menurut data statistik, tahun ini sudah ada 92 penundaan peluncuran Mainnet.
Lihat AsliBalas0
OfflineNewbie
· 14jam yang lalu
suckers semua tahu Desentralisasi, kenapa nenek tidak mengerti?
Lihat AsliBalas0
consensus_whisperer
· 14jam yang lalu
suckers terlalu banyak, mengirim polisi juga tidak berguna
Lihat AsliBalas0
DegenGambler
· 14jam yang lalu
Dianggap Bodoh tidak ada habisnya
Lihat AsliBalas0
LiquidityWizard
· 14jam yang lalu
Dianggap Bodoh sudah sampai ke tangan nenek, terlalu kejam.
Baru-baru ini, Tim Kejahatan Teknologi dan Kekayaan dari Distrik Polisi Tengah Hong Kong berhasil mengungkap kasus penipuan yang melibatkan stablecoin. Dalam kasus ini, seorang wanita lanjut usia berusia 77 tahun menjadi korban penipuan di sebuah pertukaran Uang Virtual di Sheung Wan, dengan kerugian mencapai 3 juta dolar Hong Kong.
Diketahui, korban awalnya berencana untuk membeli stablecoin di pertukaran tersebut, namun malang, mereka terjebak dalam perangkap yang dirancang dengan cermat oleh penipu. Para penjahat memanfaatkan trik yang disebut "brankas palsu", berhasil menipu uang tunai dari orang tua tersebut.
Polisi Hong Kong segera bertindak setelah menerima laporan, memanfaatkan keunggulan "Rencana Mata Tajam", dan dengan menggabungkan penyelidikan mendalam serta analisis intelijen, hanya dalam waktu tiga hari berhasil mengidentifikasi dan menangkap tiga orang tersangka, termasuk pria dan wanita. Saat ini, para tersangka tersebut telah dituduh secara sementara dengan kejahatan penipuan.
Polisi menyatakan bahwa penyelidikan kasus ini masih berlangsung, dan mereka sedang mencari orang lain yang mungkin terlibat serta sisa uang hasil kejahatan. Pihak berwenang tidak menutup kemungkinan akan ada lebih banyak tersangka yang ditangkap dalam penyelidikan selanjutnya.
Kasus ini sekali lagi mengingatkan publik untuk tetap waspada saat melakukan transaksi Uang Virtual dalam jumlah besar, memilih saluran resmi, dan memperhatikan perlindungan keamanan harta benda mereka. Pada saat yang sama, hal ini juga menyoroti kemampuan dan tekad aparat penegak hukum dalam memberantas kejahatan keuangan baru.