RSI (Relative Strength Index) pada dasarnya adalah detektor momentum Anda dalam perdagangan crypto. Ini memberi tahu Anda apakah sebuah koin sedang dipompa terlalu keras atau dihancurkan terlalu banyak—dan kapan itu mungkin bounce back.
Dasar-dasar
RSI berkisar dari 0-100. Dua angka ajaib:
Di atas 70: Aset overbought. Harga naik terlalu cepat, koreksi bisa datang.
Di bawah 30: Aset dianggap over-sold. Harga terjun dengan keras, pemulihan mungkin terjadi segera.
Tapi inilah yang perlu diperhatikan—RSI yang mencapai 70 atau 30 tidak berarti Anda langsung FOMO beli/jual. Selalu tunggu sinyal konfirmasi atau padukan dengan indikator lain seperti MACD, Bollinger Bands, dll.
Di Mana RSI Sebenarnya Bekerja
Kasus terbaik: Pasar yang bergerak menyamping/terikat rentang. Ketika harga memantul antara dukungan dan resistensi, sinyal RSI yang overbought/oversold adalah uang.
Kasus terburuk: Pasar yang tren kuat. Jika ada tren bullish atau bearish yang jelas, RSI dapat menjebak Anda dengan sinyal palsu. Dalam skenario ini, gunakan konfirmasi tren terlebih dahulu.
Buku Panduan RSI Sederhana
Beli Saat Turun (RSI <30): Ketika RSI turun di bawah 30 dan mulai naik kembali, aset kemungkinan undervalued. Titik masuk yang baik.
Jual Pump (RSI >70): Ketika RSI melintasi di atas 70 dan mulai turun, harga kemungkinan sudah terlalu tinggi. Saatnya mengambil keuntungan.
Pecahan Garis Trend: Gambar garis tren pada grafik RSI (3+ titik sentuh). Jika RSI menembus di atas = bullish. Di bawah = bearish.
Konfirmasi Multi-Waktu: Gunakan RSI pada dua kerangka waktu yang berbeda (misalnya, 5-menit + 1-jam). Jika RSI pada kerangka waktu yang lebih pendek melintasi di atas yang lebih panjang, itu adalah sinyal beli yang lebih kuat.
Tips Pro
Jangan hanya mengandalkan RSI. Kombinasikan dengan volume, aksi harga, atau indikator lainnya.
Selalu atur stop-loss. Volatilitas crypto dapat merusak Anda.
RSI 14-periode adalah standar, tetapi sesuaikan berdasarkan gaya trading Anda.
RSI adalah alat, bukan bola kristal. Pasar bergerak berdasarkan emosi dan berita juga.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
RSI Trading 101: Kapan Membeli, Kapan Menjual
RSI (Relative Strength Index) pada dasarnya adalah detektor momentum Anda dalam perdagangan crypto. Ini memberi tahu Anda apakah sebuah koin sedang dipompa terlalu keras atau dihancurkan terlalu banyak—dan kapan itu mungkin bounce back.
Dasar-dasar
RSI berkisar dari 0-100. Dua angka ajaib:
Tapi inilah yang perlu diperhatikan—RSI yang mencapai 70 atau 30 tidak berarti Anda langsung FOMO beli/jual. Selalu tunggu sinyal konfirmasi atau padukan dengan indikator lain seperti MACD, Bollinger Bands, dll.
Di Mana RSI Sebenarnya Bekerja
Kasus terbaik: Pasar yang bergerak menyamping/terikat rentang. Ketika harga memantul antara dukungan dan resistensi, sinyal RSI yang overbought/oversold adalah uang.
Kasus terburuk: Pasar yang tren kuat. Jika ada tren bullish atau bearish yang jelas, RSI dapat menjebak Anda dengan sinyal palsu. Dalam skenario ini, gunakan konfirmasi tren terlebih dahulu.
Buku Panduan RSI Sederhana
Beli Saat Turun (RSI <30): Ketika RSI turun di bawah 30 dan mulai naik kembali, aset kemungkinan undervalued. Titik masuk yang baik.
Jual Pump (RSI >70): Ketika RSI melintasi di atas 70 dan mulai turun, harga kemungkinan sudah terlalu tinggi. Saatnya mengambil keuntungan.
Pecahan Garis Trend: Gambar garis tren pada grafik RSI (3+ titik sentuh). Jika RSI menembus di atas = bullish. Di bawah = bearish.
Konfirmasi Multi-Waktu: Gunakan RSI pada dua kerangka waktu yang berbeda (misalnya, 5-menit + 1-jam). Jika RSI pada kerangka waktu yang lebih pendek melintasi di atas yang lebih panjang, itu adalah sinyal beli yang lebih kuat.
Tips Pro