Semua yang bertransaksi pernah terjebak dalam hal ini: false breakouts, market maker rebound cepat, bull trap dan bear trap. Namun ada satu hal yang tidak bisa kamu tipu—hubungan volume dan harga.
Logika inti sangat sederhana
Volume mewakili partisipasi, harga mewakili konsensus. Kenaikan atau penurunan tanpa volume adalah kosong.
Kolom merah = permintaan beli kuat + harga naik
Batang hijau = penjualan kuat + penurunan harga
Beberapa Sinyal yang Paling Umum
1. Harga naik volume menyusut (naik dengan volume menyusut) ⚠️
Ketika ini muncul di posisi tinggi, itu adalah tanda bahwa pemain besar sedang diam-diam menjual. Terlihat seolah-olah harga naik dengan gembira, namun sebenarnya tidak banyak yang membeli. Ada risiko jangka pendek.
2. Harga turun volume meningkat (penurunan volume besar) 💥
Semakin tajam penurunannya, semakin banyak transaksi, ini menunjukkan bahwa tekanan jual memang berat. Ini bukan sekadar pencucian, ini adalah penjualan asli. Jika terjadi di level rendah, justru ini adalah sinyal untuk membeli di dasar—sisa saham yang tidak terjual sudah dibersihkan.
3. Harga naik dengan volume meningkat (naik dengan volume) ✅
Sinyal yang paling nyata. Sering terlihat pada awal dan tengah kenaikan. Menunjukkan bahwa dana baru terus-menerus masuk.
4. Volume Menyusut di Rentang 🔄
Muncul di posisi tinggi = waspada terhadap distribusi; muncul di posisi rendah = fase akumulasi. Begitu menembus batas kotak, itu adalah awal dari penurunan yang tajam.
Siklus yang Harus Diketahui Trader
Tingkat rendah → Volume rata harga rata (akumulasi) → Volume meningkat harga naik (pump) → Volume rata harga naik (kontrol pasar) → Volume menurun harga naik (tingkat tinggi) → Volume menurun harga rata (penjualan) → Volume menurun harga turun (awal penurunan) → Volume rata harga turun (penjualan panik)
Ingat siklus ini, Anda dapat melihat apa yang dilakukan oleh pihak utama.
Jebakan yang paling mudah
Harga mencapai titik tertinggi baru, tetapi volume transaksi lebih rendah dari sebelumnya = tinggi palsu, kemungkinan besar akan berbalik.
Volume tiba-tiba tinggi di puncak = mungkin merupakan puncak besar dari pasar bull yang akan datang
Penurunan tanpa volume menembus level support = lebih berbahaya, menunjukkan bahwa masih ada penjualan yang menunggu di belakang.
Volume tinggi di level rendah tidak turun = sinyal pembalikan, bisa dipertimbangkan untuk masuk
Ingat satu hal
Ada tiga pandangan tentang volume dan harga di pasar, tetapi pada akhirnya semua harus tercermin pada satu titik: perilaku perdagangan yang nyata. Pembelian dan penjualan pasti sebanding, tetapi siapa yang aktif membeli dan siapa yang pasif menjual, volume transaksi akan memberitahu Anda.
Jangan tertipu oleh false breakouts, perhatikan perubahan volume, itu adalah pengembangan diri seorang trader.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Hubungan antara volume dan harga adalah satu-satunya sinyal yang tidak bisa diperdaya.
Semua yang bertransaksi pernah terjebak dalam hal ini: false breakouts, market maker rebound cepat, bull trap dan bear trap. Namun ada satu hal yang tidak bisa kamu tipu—hubungan volume dan harga.
Logika inti sangat sederhana
Volume mewakili partisipasi, harga mewakili konsensus. Kenaikan atau penurunan tanpa volume adalah kosong.
Kolom merah = permintaan beli kuat + harga naik Batang hijau = penjualan kuat + penurunan harga
Beberapa Sinyal yang Paling Umum
1. Harga naik volume menyusut (naik dengan volume menyusut) ⚠️
Ketika ini muncul di posisi tinggi, itu adalah tanda bahwa pemain besar sedang diam-diam menjual. Terlihat seolah-olah harga naik dengan gembira, namun sebenarnya tidak banyak yang membeli. Ada risiko jangka pendek.
2. Harga turun volume meningkat (penurunan volume besar) 💥 Semakin tajam penurunannya, semakin banyak transaksi, ini menunjukkan bahwa tekanan jual memang berat. Ini bukan sekadar pencucian, ini adalah penjualan asli. Jika terjadi di level rendah, justru ini adalah sinyal untuk membeli di dasar—sisa saham yang tidak terjual sudah dibersihkan.
3. Harga naik dengan volume meningkat (naik dengan volume) ✅ Sinyal yang paling nyata. Sering terlihat pada awal dan tengah kenaikan. Menunjukkan bahwa dana baru terus-menerus masuk.
4. Volume Menyusut di Rentang 🔄 Muncul di posisi tinggi = waspada terhadap distribusi; muncul di posisi rendah = fase akumulasi. Begitu menembus batas kotak, itu adalah awal dari penurunan yang tajam.
Siklus yang Harus Diketahui Trader
Tingkat rendah → Volume rata harga rata (akumulasi) → Volume meningkat harga naik (pump) → Volume rata harga naik (kontrol pasar) → Volume menurun harga naik (tingkat tinggi) → Volume menurun harga rata (penjualan) → Volume menurun harga turun (awal penurunan) → Volume rata harga turun (penjualan panik)
Ingat siklus ini, Anda dapat melihat apa yang dilakukan oleh pihak utama.
Jebakan yang paling mudah
Ingat satu hal
Ada tiga pandangan tentang volume dan harga di pasar, tetapi pada akhirnya semua harus tercermin pada satu titik: perilaku perdagangan yang nyata. Pembelian dan penjualan pasti sebanding, tetapi siapa yang aktif membeli dan siapa yang pasif menjual, volume transaksi akan memberitahu Anda.
Jangan tertipu oleh false breakouts, perhatikan perubahan volume, itu adalah pengembangan diri seorang trader.