Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Ratusan kontrak diselesaikan dalam USDT atau BTC
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Dalam eskalasi besar ketegangan antara kepemimpinan politik dan lembaga perbankan tradisional, Trump telah mengajukan gugatan besar terhadap JPMorgan Chase dan CEO-nya Jamie Dimon, menuntut $5 miliar dalam ganti rugi. Tindakan hukum ini berfokus pada tuduhan bahwa bank tersebut melakukan penutupan rekening secara selektif berdasarkan pertimbangan politik—sebuah tuduhan yang memiliki implikasi besar bagi ekosistem keuangan yang lebih luas.
Perkembangan ini muncul di tengah meningkatnya pengawasan terhadap bagaimana lembaga keuangan besar menangani hubungan dengan tokoh dan entitas yang kontroversial secara politik. Kasus ini menimbulkan pertanyaan penting tentang netralitas perbankan dan kriteria yang digunakan untuk keputusan pemutusan rekening.
Gugatan ini menyoroti ketegangan antara Wall Street dan lembaga politik, terutama mengenai bagaimana lembaga keuangan tradisional menavigasi hubungan yang sensitif secara politik. Bagi komunitas kripto dan fintech, kasus ini mewakili percakapan yang lebih luas tentang akses keuangan dan praktik pengelolaan gerbang institusional.
Pengamat industri melihat sengketa ini sebagai lambang kekhawatiran yang lebih dalam tentang kendali keuangan terpusat dan penyediaan layanan selektif—tema yang telah lama resonan dalam gerakan keuangan terdesentralisasi.