Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Panduan lengkap tentang cryptocurrency halal: daftar aset yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam
Bagi investor Muslim, kepatuhan terhadap prinsip-prinsip Islami tetap menjadi kriteria utama dalam berinvestasi. Daftar cryptocurrency halal saat ini jauh melampaui opsi-opsi awal, memungkinkan trader mengakses aset digital yang sesuai dengan standar Syariah.
Tiga prinsip dasar yang mengatur kepatuhan halal
Sebelum menjelajahi daftar lengkap cryptocurrency halal, penting untuk memahami tiga pilar yang menentukan kepatuhan Islami dari sebuah aset digital.
Riba mewakili bunga atau usura, yang secara ketat dilarang dalam keuangan Islami. Sebuah crypto memenuhi prinsip ini jika tidak menghasilkan imbal hasil pasif berdasarkan tingkat bunga yang telah ditentukan sebelumnya.
Gharar merujuk pada ketidakpastian berlebihan atau ketentuan ambigu dalam sebuah transaksi. Aset halal harus beroperasi sesuai aturan yang jelas dan transparan, tanpa risiko ekonomi yang tidak pasti.
Maisir berkaitan dengan perjudian dan spekulasi yang tidak rasional. Sebuah crypto halal tidak boleh bergantung pada model ekonomi yang didasarkan terutama pada keberuntungan atau volatilitas yang disengaja.
Koin utama yang memenuhi kriteria halal
Bitcoin (BTC) berada di puncak daftar cryptocurrency halal karena strukturnya yang terdesentralisasi, tanpa bunga atau usura. Tidak ada entitas pusat yang mengontrol distribusinya atau menghasilkan keuntungan situasional.
Ethereum (ETH) memenuhi kriteria kepatuhan berkat kemampuan kontrak pintar dan platformnya yang sepenuhnya terdesentralisasi. Transaksi dilakukan tanpa perantara yang mendapatkan keuntungan dari biaya pembiayaan.
Solana (SOL) mendapatkan pengakuan halal karena waktu transaksi yang hampir instan dan jaringannya yang terdesentralisasi tanpa lembaga pusat yang mengenakan bunga.
Cardano (ADA) masuk dalam daftar ini dengan mengutamakan tata kelola yang terdesentralisasi dan menghindari mekanisme yang secara otomatis menghasilkan pendapatan dari usura.
XRP tetap sesuai halal karena fokusnya pada pembayaran lintas batas tanpa bunga yang terkumpul, memfasilitasi transfer nilai daripada keuntungan finansial.
Stablecoin seperti Tether USD (USDT) dan USDC diakui halal sebagai aset cadangan yang didukung dolar AS, menawarkan stabilitas tanpa menghasilkan bunga.
BNB, Dogecoin (DOGE), Chainlink (LINK), dan Polkadot (DOT) melengkapi pilihan utama sebagai token utilitas yang terdesentralisasi tanpa mekanisme usura yang terintegrasi.
Aset digital lain yang perlu dieksplorasi
Selain koin utama, beberapa cryptocurrency lain juga memenuhi standar halal:
Wrapped Bitcoin (WBTC), Stellar (XLM), Hedera (HBAR), Avalanche (AVAX), Litecoin (LTC), NEAR Protocol (NEAR), Dai (DAI), Ethereum Classic (ETC), VeChain (VET), Algorand (ALGO), dan Cosmos (ATOM) termasuk alternatif yang layak dipertimbangkan bagi investor yang ingin mendiversifikasi portofolio crypto halal mereka.
Cara memvalidasi kepatuhan halal sebuah cryptocurrency
Kepatuhan halal dari sebuah aset digital bergantung pada tidak adanya mekanisme yang secara otomatis menghasilkan bunga, transparansi operasional, dan pembatasan terhadap spekulasi murni. Sebelum berinvestasi, periksa model ekonomi blockchain, struktur tata kelola, dan sumber pendapatan dari protokol tersebut.
Banyak proyek lain yang berpotensi masuk dalam daftar cryptocurrency halal yang lebih luas. Jangan ragu untuk berbagi penemuan dan analisis Anda di kolom komentar. Lakukan riset sendiri untuk memastikan kepatuhan setiap aset sesuai dengan kriteria dan keyakinan agama Anda.