Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Ratusan kontrak diselesaikan dalam USDT atau BTC
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
282 juta dolar dalam cryptocurrency dicuri melalui rekayasa sosial: tren ancaman baru tahun 2025
Kejadian pencurian cryptocurrency terbesar sejak awal Januari terkait dengan penggunaan rekayasa sosial terhadap pemilik dompet perangkat keras. Pelaku mendapatkan akses ke kunci pribadi korban, mencuri 2,05 juta Litecoin (LTC) dan 1459 Bitcoin (BTC) dengan total nilai sekitar 282 juta dolar. Insiden ini terjadi pada 10 Januari pukul 23:00 UTC dan kembali menegaskan bahwa rekayasa sosial telah menjadi salah satu vektor utama serangan terhadap aset kripto.
Bagaimana rekayasa sosial membantu hacker mendapatkan akses ke dompet cryptocurrency
Menurut informasi dari peneliti blockchain terkenal ZachXBT, pelaku tidak menggunakan metode peretasan teknik atau jaringan standar. Sebaliknya, dia menerapkan taktik klasik rekayasa sosial — mengaku sebagai karyawan perusahaan terpercaya, memenangkan kepercayaan korban, dan meyakinkan mereka untuk mengungkapkan data rahasia login atau kunci pribadi dari dompet.
Teknik ini merupakan salah satu yang paling efektif, karena tidak menargetkan kerentanan perangkat keras, melainkan psikologi manusia. Setelah mendapatkan akses, hacker tanpa hambatan menguasai semua aset digital korban.
Rute dana yang dicuri: konversi cepat dan pengaburan jejak
Dana yang dicuri langsung ditukar ke mata uang privat Monero (XMR), yang menyebabkan kenaikan harga signifikan dari XMR terakhir. Dalam empat hari setelah pencurian, harga XMR naik 70%, mencapai $432,64. Sebagian Bitcoin juga dipindahkan melalui cross-chain DEX Thorchain ke blockchain lain (Ethereum, Ripple, Litecoin), yang menyulitkan pelacakan dana.
ZachXBT melakukan analisis rantai transaksi dan menyimpulkan bahwa dalam insiden ini tidak ada tanda-tanda keterlibatan hacker negara Korea Utara, seperti yang kadang diasumsikan dalam kasus serupa. Ini lebih cenderung merupakan tindakan individu kriminal atau kelompok kecil yang fokus pada rekayasa sosial.
Rekayasa sosial menjadi ancaman utama sektor kripto di tahun 2025
Insiden ini bukan pengecualian, melainkan bagian dari tren yang berkembang. Pada akhir Desember 2025, para analis mencatat bahwa rekayasa sosial menempati posisi pertama di antara metode serangan terhadap aset kripto, mengungguli bahkan kerentanan teknis. Hal ini juga didukung oleh kebocoran data Ledger pada 5 Januari, ketika para cybercriminal mendapatkan akses tidak sah ke informasi pribadi pengguna dompet perangkat keras — nama, alamat, dan data kontak mereka.
Data semacam ini menjadi titik awal yang ideal untuk rekayasa sosial: pelaku bisa mengaku sebagai perwakilan Ledger dan meyakinkan pengguna untuk mentransfer aset mereka atau mengungkapkan password.
Ketidakjelasan status korban dan prospek tahun 2026
Masih belum diketahui apakah korban adalah investor pribadi atau karyawan perusahaan yang memiliki akses ke penyimpanan cryptocurrency perusahaan. Namun, skala pencurian menunjukkan bahwa ini adalah individu sangat kaya atau organisasi.
Sebagai perbandingan: harga BTC saat ini berada di level $78.50K, dan LTC diperdagangkan sekitar $59,53. Bahkan dengan harga saat ini, aset yang dicuri jauh lebih rendah nilainya dibandingkan dengan nilai awalnya di Januari, menunjukkan kerugian jangka panjang bagi korban.
Para ahli memperingatkan bahwa seiring pertumbuhan pasar kripto, rekayasa sosial akan tetap menjadi ancaman prioritas, menuntut pengguna untuk meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan perlindungan berlapis saat menyimpan aset digital.