Negatif space sedang mengguncang pasar Bitcoin - peningkatan eksposur gamma di tengah ketegangan tarif dan kekhawatiran tentang kebijakan perdagangan global yang semakin meningkat. Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar sedang sangat sensitif terhadap berita dan perubahan regulasi yang dapat mempengaruhi harga Bitcoin secara signifikan. Investor harus berhati-hati dan memperhatikan perkembangan terbaru di dunia keuangan dan geopolitik yang dapat memicu volatilitas lebih lanjut.

Dalam pasar cryptocurrency, risiko tersembunyi yang dikenal sebagai ‘Negative Space’ semakin muncul ke permukaan. Ketika Bitcoin dan altcoin utama terguncang di tengah ketegangan geopolitik dan ketidakpastian perdagangan, mekanisme internal pasar yang tidak terlihat memperburuk volatilitas. Pada awal Februari, BTC berada di sekitar $78.43K dan terus mengalami penurunan 24 jam sebesar -5.72%, menunjukkan tren bearish, dan di balik penurunan ini bukan hanya berita eksternal sederhana tetapi juga masalah struktural pasar.

Pengaruh Tersembunyi dari Market Maker: Eksposur Gamma dan Perluasan Volatilitas

Di permukaan pasar, ancaman tarif dari pemerintahan Trump dan konflik perdagangan dengan Eropa tampak sebagai faktor utama penurunan. Namun, jika kita menyelami lebih dalam, kita dapat melihat seberapa besar ‘Negative Space’ yang diciptakan oleh market maker di pasar opsi Bitcoin dalam memperbesar volatilitas.

Market maker adalah pemain kunci yang menciptakan order beli/jual di bursa agar transaksi besar dapat terjadi pada harga yang stabil. Karena mereka mendapatkan keuntungan dari spread (selisih antara beli dan jual), mereka harus menjaga eksposur mereka terhadap pergerakan harga secara netral. Proses ini disebut gamma hedging, dan ini adalah mekanisme utama di balik perluasan volatilitas.

Eksposur gamma yang ‘negative’ berarti risiko dari market maker meningkat seiring pergerakan harga. Data dari Amberdata dan Deribit menunjukkan bahwa saat ini, eksposur gamma negatif dari market maker terkonsentrasi di kisaran $86.000 hingga $95.000. Dalam kondisi ini, jika harga naik, market maker harus menjual lebih banyak, dan jika harga turun, mereka harus membeli lebih banyak. Akibatnya, aktivitas hedging mereka memperkuat tren pasar.

Pada Oktober tahun lalu, pasar opsi S&P 500 mengalami fenomena serupa, di mana peningkatan eksposur gamma negatif menyebabkan lonjakan volatilitas secara tiba-tiba. Saat ini, pasar Bitcoin juga menunjukkan kerentanan struktural yang sama.

Ketegangan Geopolitik dan Krisis Perdagangan Memicu Penurunan Drastis

Bukan hanya masalah teknis. Faktor eksternal juga memperkuat tekanan pasar yang bearish. Pemerintahan Trump mengungkapkan niat untuk menguasai beberapa wilayah termasuk Greenland, dan mengancam tarif terhadap Denmark dan negara-negara Eropa. Ancaman tarif 200% terhadap wine dan champagne Prancis dapat melampaui sengketa perdagangan dan berujung pada ketidakstabilan ekonomi global.

Analis dari ZeroCap, Emir Ibrahim, menyatakan, “Sebagian besar ketegangan pasar saat ini berasal dari keributan politik.” Keputusan kebijakan yang diantisipasi termasuk pertimbangan intervensi militer di Venezuela, ancaman tarif terhadap Iran dan Eropa, serta usulan pergantian Ketua Fed Powell. Hasil putusan pengadilan terkait tarif juga berpotensi meningkatkan volatilitas jangka pendek.

Pasar tradisional juga mencerminkan ketidakstabilan ini. Imbal hasil obligasi 10 tahun AS mencapai 4.289%, tertinggi dalam 4 bulan, dan melemahkan dolar, sementara kontrak berjangka saham juga menunjukkan tren penurunan. E-mini S&P 500 turun 1.60%, dan E-mini Nasdaq-100 turun 1.94%.

Analisis Teknis: Situasi Berbahaya di Kisaran $86.000~$95.000

Data opsi dari Deribit secara gamblang menunjukkan situasi berbahaya ini. Konsentrasi eksposur gamma negatif di kisaran $86.000 hingga $95.000 menunjukkan potensi peningkatan volatilitas yang signifikan di level harga tersebut.

Namun, di sekitar $90.000, terdapat eksposur gamma positif yang dapat menahan volatilitas jika harga mencapai level ini, karena market maker akan berusaha menekan pergerakan harga. Mengingat harga BTC saat ini sekitar $78.43K, kisaran atas $86.000~$95.000 kemungkinan besar akan menjadi hotspot jangka pendek.

Sentimen trader opsi juga memburuk. Mereka memperkirakan peluang Bitcoin turun di bawah $80.000 hingga akhir Juni sekitar 30%, dan terdapat permintaan kuat untuk put options di kisaran $75.000~$80.000, menandakan bahwa peserta pasar bersiap menghadapi skenario penurunan yang cukup besar.

Perubahan Aliran Dana: Isyarat Percepatan Outflow ETF Spot

Aliran dana juga mencerminkan penguatan sentimen bearish. Outflow bersih harian dari ETF spot BTC mencapai $394,7 juta, sementara total outflow kumulatif mencapai $5,78 miliar. Total kepemilikan ETF spot BTC sekitar 1,31 juta BTC, menunjukkan adanya pengeluaran dana yang cukup besar.

Sebaliknya, ETF spot ETH menunjukkan inflow harian sebesar $4,7 juta, dengan total inflow kumulatif sebesar $12,93 miliar dan total kepemilikan sekitar 6,23 juta ETH. Ini menunjukkan bahwa dana dari BTC tidak sepenuhnya mengalir ke pasar Ethereum, mencerminkan sentimen risiko yang lebih tinggi terhadap Bitcoin.

Dominasi Bitcoin naik 0,19% menjadi 59,79%, tetapi ini berarti altcoin mengalami penurunan yang lebih besar. Rasio BTC terhadap ETH turun 1,16% menjadi 0,03401, menandakan adanya redistribusi aset di pasar.

Kinerja Saham Terkait Cryptocurrency: Fluktuasi Kuat dan Lemah

Harga saham perusahaan terkait cryptocurrency menunjukkan pergerakan yang beragam. Coinbase (COIN) dari penutupan $241,15 (+0,78%) turun 4,75% di pre-market menjadi $229,70, sedangkan Galaxy Digital (GLXY) dari penutupan $34,31 (+7,25%) turun menjadi $31,51 (-8,16%).

Perusahaan mining mayor juga menunjukkan tren penurunan. Riot Platforms (RIOT) sempat naik 16,11% di siang hari, tetapi saat ini turun 6,13% dari $18,06, dan CleanSpark (CLSK) dari $13,37 (+5,03%) menjadi $12,42 (-7,11%).

MicroStrategy (MSTR) dari penutupan $173,71 (+1,64%) turun 5,69% ke $163,82, menunjukkan tekanan jual yang kuat, mengingat jumlah Bitcoin besar yang mereka miliki menjadi risiko besar saat pasar turun.

Titik Balik yang Dinanti Pasar

Pasar cryptocurrency Februari menantikan berbagai acara penting, termasuk pengumuman dari proyek blockchain utama seperti BNB Chain, Avalanche, serta peluncuran token dari EtherFi, MegaETH, dan Zama.

Yang lebih penting adalah putusan pengadilan terkait kebijakan tarif Trump. Jika keluar, dapat menyebabkan lonjakan volatilitas jangka pendek. Selain itu, data ketenagakerjaan ADP minggu ini juga menjadi perhatian utama.

Situasi ‘Negative Space’ saat ini bisa bersifat sementara atau struktural. Yang penting adalah peserta pasar harus menyadari bukan hanya pergerakan harga, tetapi juga kerentanan struktural seperti eksposur gamma, dan mengelola posisi mereka dengan baik. Kemajuan dalam negosiasi tarif dan perubahan kebijakan Federal Reserve akan sangat menentukan arah pasar ke depan.

BTC-0,09%
ETH0,96%
BNB-0,06%
AVAX1,62%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan