Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Ratusan kontrak diselesaikan dalam USDT atau BTC
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Analitik Platform Kaito Menghentikan Yaps di Tengah Peninjauan X terhadap Aplikasi InfoFi, Token Turun 17%
Penelitian analitik terhadap ekosistem Web3 mengungkap bagaimana perubahan kebijakan platform media sosial memberikan dampak langsung pada proyek-proyek dalam industri emerging. Kaito, platform analitik data kripto terkemuka, telah mengumumkan penghentian produk Yaps mereka seiring dengan keputusan X untuk melarang aplikasi yang memberikan insentif finansial kepada pengguna atas aktivitas posting di platform.
Gelombang Baru Pengawasan Platform: Alasan di Balik Kebijakan X
Kepala produk X, Nikita Bier, menjelaskan bahwa perubahan kebijakan ini merupakan respons terhadap meningkatnya volume konten yang dihasilkan oleh AI di platform. Dalam pengumuman resmi, Bier menyatakan bahwa akses programatik telah dicabut dari aplikasi-aplikasi yang terpengaruh, mendorong pengembang untuk mempertimbangkan migrasi ke platform alternatif seperti Threads dan Bluesky.
Problematika spam berbasis AI menjadi fokus utama penelitian analitik industri, mengingat peningkatan eksponensial dalam volume konten otomatis yang menurunkan kualitas diskusi di media sosial. Tren ini telah mendorong X mengambil posisi yang lebih ketat terhadap aplikasi pihak ketiga yang memfasilitasi praktik-praktik tersebut.
Model InfoFi yang Berubah: Dari Insentif Tanpa Izin ke Pendekatan Terukur
Yaps merupakan produk unggulan dari Kaito yang memungkinkan pengguna memperoleh reward dengan membuat konten tentang proyek atau merek tertentu—sebuah mekanisme yang termasuk dalam kategori broader yang dikenal sebagai InfoFi (Information Finance). Model ini berhasil menarik ratusan ribu pengguna, terutama di Korea, namun pada saat bersamaan juga memicu peningkatan signifikan dalam konten bernuansa marketing yang kurang organik.
Yu Hu, pendiri Kaito, mengakui bahwa keputusan untuk menghentikan Yaps datang setelah diskusi mendalam dengan X. Ia menyatakan bahwa model distribusi yang sepenuhnya tanpa izin dan didorong oleh insentif “tidak lagi layak” dalam konteks kendala kebijakan platform terkini. Komunitas Kaito Yapper, yang memiliki sekitar 157.000 anggota di X, telah diblokir menyusul implementasi perubahan kebijakan ini.
Penelitian analitik terhadap fenomena InfoFi menunjukkan bahwa model berbasis insentif, meskipun menciptakan ekosistem engagement yang besar, rentan terhadap penyalahgunaan dan generasi konten berkualitas rendah. Temuan ini sejalan dengan keputusan X untuk membatasi model-model semacam itu.
Strategi Transisi: Kaito Studio Sebagai Solusi Alternatif
Kaito tidak sekadar menghentikan Yaps; platform ini mengumumkan peluncuran “Kaito Studio,” sebuah solusi marketing creator yang lebih terstruktur dan berbasis tingkatan tradisional. Kaito Studio dirancang untuk memfokuskan pada kemitraan brand-creator yang bersifat selektif, dengan layanan analytics mendalam dan distribusi lintas platform—mencakup YouTube, TikTok, dan platform lainnya di luar X.
Transisi strategis ini mencerminkan pergeseran dari model reward yang terbuka dan permisif menuju pendekatan yang lebih controlled dan partnership-driven. Kaito memastikan bahwa perubahan ini tidak akan mempengaruhi lini produk lain seperti Kaito Pro, API, dan Launchpad mereka.
Token $KAITO tetap mempertahankan peran fungsional dalam model Kaito Studio baru, meskipun detail mekanismenya masih dalam tahap pengumuman. Ini menunjukkan komitmen Kaito untuk mempertahankan ekosistem tokennya di tengah transformasi produk.
Dampak Pasar dan Implikasi Industri
Mengikuti pengumuman tersebut, token $KAITO mencatat penurunan sekitar 17% dalam periode segera setelah berita ini tersebar, menurut data yang dikumpulkan oleh investigator blockchain ZachXBT. Data terkini menunjukkan harga $KAITO berada di level $0.36 dengan pergerakan 24 jam sebesar -2.76%.
Penurunan nilai token ini merepresentasikan reaksi pasar terhadap ketidakpastian dalam mengubah model revenue yang sebelumnya menjadi tulang punggung engagement di platform. Namun, pembaruan roadmap Kaito Studio membuka peluang baru dalam segmen creator economy yang sedang berkembang.
Dari perspektif penelitian analitik industri, kejadian ini menandai momen kritis dalam evolusi sektor InfoFi. Platform yang sebelumnya mengandalkan model open-incentive harus beradaptasi dengan ekosistem yang semakin ketat regulasinya. Keputusan Kaito mencerminkan pendekatan pragmatis untuk survival dan scaling di landscape yang terus berubah.
Perspektif jangka panjang menunjukkan bahwa model creator economy akan terus berkembang, namun dengan framework yang lebih sustainable dan compliant terhadap kebijakan platform. Kaito Studio memposisikan perusahaan untuk memanfaatkan tren ini sambil menghindari friction regulasi yang tengah melanda industri.