Ekosistem NFT mengalami transformasi signifikan sejak mencapai puncaknya. Dari volume penjualan bulanan yang melampaui $1 miliar pada 2021-2022, sektor digital collectible kini beroperasi dalam keadaan yang jauh lebih tersegmentasi, dengan aktivitas pasar berkisar sekitar $300 juta per bulan dalam periode terakhir. Namun angka ini belum mencerminkan kematian pasar—justru menunjukkan konsolidasi menuju fase yang lebih matang dan terstruktur.
Menurut Yat Siu, salah satu founder Animoca Brands, pasar NFT masih mempertahankan momentum dinamis, meskipun dalam keadaan yang berbeda dari era booming sebelumnya. Perusahaannya, yang fokus pada pengembangan Web3 dan investasi ventura, telah menyaksikan evolusi ini dari posisi terdepan industri. Siu menekankan bahwa keadaan pasar NFT saat ini didominasi oleh kolekktor institusional dan investor berkaliber tinggi yang memiliki pemahaman mendalam tentang sektor ini.
Pasar NFT Masih Hidup, Hanya dalam Keadaan Berbeda
Dinamika pasar NFT terkini tidak dapat dipisahkan dari peran kolektor kaya yang terus mengalokasikan modal untuk aset digital premium. Dalam wawancara di konferensi kripto CfC St. Moritz, Siu mengkontraskan pendekatan kolektor NFT modern dengan tradisi koleksi seni konvensional. Sama halnya dengan pemilik warisan keluarga yang mengumpulkan karya Picasso, atau enthusiast yang memiliki fleet kendaraan Ferrari dan Lamborghini, kolektor NFT membentuk komunitas eksklusif yang terikat oleh passion terhadap aset digital tertentu.
“Fenomena ini serupa dengan koleksi jam tangan Rolex—semuanya adalah versi digital dari tradisi kolektor klasik,” ungkap Siu. Investor dalam keadaan ini tidak membeli NFT untuk profit jangka pendek, melainkan sebagai investasi jangka panjang yang sejalan dengan filosofi collecting tradisional.
Salah satu contoh yang merepresentasikan pola ini adalah Adam Weitsman, miliarder yang secara terbuka mengakuisisi Otherdeed lands—sertifikat tanah virtual di Otherside, metaverse berbasis blockchain yang dikembangkan Yuga Labs—sekaligus mengumpulkan Bored Apes NFT. Transaksi semacam ini menunjukkan bahwa dalam keadaan pasar saat ini, pemain besar tetap aktif mengalokasikan aset ke dalam ekosistem NFT.
Kolektor Premium: Tulang Punggung Ekosistem Digital
Portofolio NFT pribadi Siu sendiri telah mengalami depresiasi signifikan—menurun sekitar 80% atau lebih dari puncak valuasi. Namun, dia menekankan bahwa penurunan nilai ini bukan refleksi dari strategi investasi yang keliru, melainkan konsekuensi alami dari koreksi pasar setelah fase spekulatif berakhir. Siu melihat posisinya dalam keadaan sebagai long-term holder yang tetap percaya pada fundamenta aset yang dimiliki.
Konteks sejarah memberikan perspektif penting. NFT pertama muncul di blockchain Ethereum pada akhir 2017 dengan koleksi Cryptokitties yang sempat viral. Setelah periode laten, gelombang NFT berikutnya datang dengan momentum lebih besar, mencapai puncaknya pada 2021-2022 ketika ekosistem ini diiringi dengan venture capital masif dan media mainstream attention yang belum pernah ada sebelumnya. Saat ini, sektor berada dalam keadaan konsolidasi—transisi dari pasar spekulatif menuju pasar yang didominasi oleh participant institusional.
Tantangan Regulasi dan Keamanan di Eropa
Pembatalan NFT Paris, acara tahunan yang seharusnya menjadi flagship gathering ekosistem NFT di Eropa, bukan semata-mata mengindikasikan keruntuhan industri. Sebaliknya, keputusan ini mencerminkan perubahan iklim regulasi dan keamanan di kawasan tersebut. Prancis, yang dulunya dianggap supporter crypto, telah mengalami pergeseran kebijakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Siu menjelaskan bahwa keadaan politico-regulasi Prancis memainkan peran substansial. Proyek NFT seperti Sorare, yang mengoperasikan game fantasi berbasis blockchain, kini berada di bawah pengawasan ketat dari regulator perjudian lokal. Tren ini mencerminkan sikap Eropa yang semakin skeptis terhadap aset kripto dan blockchain technology secara umum.
Namun, faktor yang sama pentingnya adalah isu keamanan. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, Prancis mengalami serangkaian insiden penculikan dan upaya penculikan yang mengenai eksekutif dan investor kripto terkemuka. Fenomena ini menciptakan keadaan lingkungan yang kurang kondusif untuk gathering industri skala besar. Menurut Siu, banyak peserta potensial, termasuk dirinya sendiri, secara aktif menghindari penyelenggaraan acara di Paris karena pertimbangan keamanan personal.
Perspektif Jangka Panjang dari Para Investor Institusional
Meskipun valuasi NFT telah mengalami kontraksi, Siu mengingatkan bahwa perspektif temporal mempengaruhi interpretasi pasar. “Ingatlah bahwa lima tahun yang lalu, ekosistem ini memiliki valuasi nol dolar,” katanya. Dengan demikian, keadaan pasar NFT saat ini—meskipun turun dari puncak—tetap menunjukkan pertumbuhan eksponensial jika dilihat dari jangka panjang. Seluruh aktivitas transaksi tercatat transparan di blockchain publik, memungkinkan siapa saja melakukan due diligence independen terhadap ekosistem.
Argumentasi Siu menekankan bahwa dalam keadaan pasar yang lebih matang, partisipan yang tersisa adalah mereka dengan capital stability dan conviction jangka panjang. Kolektor seni digital, venture capital firm, dan investor institusional yang memahami teknologi blockchain tetap melihat nilai intrinsik dalam NFT sebagai instrumen tokenisasi aset digital. Fase konsolidasi ini, meskipun tidak se-glamor booming period, mengindikasikan evolusi menuju ekosistem yang lebih sustainable dan institutional-grade.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
NFT Dalam Keadaan Transisi: Kolektor Kaya Tetap Mendorong Pasar
Ekosistem NFT mengalami transformasi signifikan sejak mencapai puncaknya. Dari volume penjualan bulanan yang melampaui $1 miliar pada 2021-2022, sektor digital collectible kini beroperasi dalam keadaan yang jauh lebih tersegmentasi, dengan aktivitas pasar berkisar sekitar $300 juta per bulan dalam periode terakhir. Namun angka ini belum mencerminkan kematian pasar—justru menunjukkan konsolidasi menuju fase yang lebih matang dan terstruktur.
Menurut Yat Siu, salah satu founder Animoca Brands, pasar NFT masih mempertahankan momentum dinamis, meskipun dalam keadaan yang berbeda dari era booming sebelumnya. Perusahaannya, yang fokus pada pengembangan Web3 dan investasi ventura, telah menyaksikan evolusi ini dari posisi terdepan industri. Siu menekankan bahwa keadaan pasar NFT saat ini didominasi oleh kolekktor institusional dan investor berkaliber tinggi yang memiliki pemahaman mendalam tentang sektor ini.
Pasar NFT Masih Hidup, Hanya dalam Keadaan Berbeda
Dinamika pasar NFT terkini tidak dapat dipisahkan dari peran kolektor kaya yang terus mengalokasikan modal untuk aset digital premium. Dalam wawancara di konferensi kripto CfC St. Moritz, Siu mengkontraskan pendekatan kolektor NFT modern dengan tradisi koleksi seni konvensional. Sama halnya dengan pemilik warisan keluarga yang mengumpulkan karya Picasso, atau enthusiast yang memiliki fleet kendaraan Ferrari dan Lamborghini, kolektor NFT membentuk komunitas eksklusif yang terikat oleh passion terhadap aset digital tertentu.
“Fenomena ini serupa dengan koleksi jam tangan Rolex—semuanya adalah versi digital dari tradisi kolektor klasik,” ungkap Siu. Investor dalam keadaan ini tidak membeli NFT untuk profit jangka pendek, melainkan sebagai investasi jangka panjang yang sejalan dengan filosofi collecting tradisional.
Salah satu contoh yang merepresentasikan pola ini adalah Adam Weitsman, miliarder yang secara terbuka mengakuisisi Otherdeed lands—sertifikat tanah virtual di Otherside, metaverse berbasis blockchain yang dikembangkan Yuga Labs—sekaligus mengumpulkan Bored Apes NFT. Transaksi semacam ini menunjukkan bahwa dalam keadaan pasar saat ini, pemain besar tetap aktif mengalokasikan aset ke dalam ekosistem NFT.
Kolektor Premium: Tulang Punggung Ekosistem Digital
Portofolio NFT pribadi Siu sendiri telah mengalami depresiasi signifikan—menurun sekitar 80% atau lebih dari puncak valuasi. Namun, dia menekankan bahwa penurunan nilai ini bukan refleksi dari strategi investasi yang keliru, melainkan konsekuensi alami dari koreksi pasar setelah fase spekulatif berakhir. Siu melihat posisinya dalam keadaan sebagai long-term holder yang tetap percaya pada fundamenta aset yang dimiliki.
Konteks sejarah memberikan perspektif penting. NFT pertama muncul di blockchain Ethereum pada akhir 2017 dengan koleksi Cryptokitties yang sempat viral. Setelah periode laten, gelombang NFT berikutnya datang dengan momentum lebih besar, mencapai puncaknya pada 2021-2022 ketika ekosistem ini diiringi dengan venture capital masif dan media mainstream attention yang belum pernah ada sebelumnya. Saat ini, sektor berada dalam keadaan konsolidasi—transisi dari pasar spekulatif menuju pasar yang didominasi oleh participant institusional.
Tantangan Regulasi dan Keamanan di Eropa
Pembatalan NFT Paris, acara tahunan yang seharusnya menjadi flagship gathering ekosistem NFT di Eropa, bukan semata-mata mengindikasikan keruntuhan industri. Sebaliknya, keputusan ini mencerminkan perubahan iklim regulasi dan keamanan di kawasan tersebut. Prancis, yang dulunya dianggap supporter crypto, telah mengalami pergeseran kebijakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Siu menjelaskan bahwa keadaan politico-regulasi Prancis memainkan peran substansial. Proyek NFT seperti Sorare, yang mengoperasikan game fantasi berbasis blockchain, kini berada di bawah pengawasan ketat dari regulator perjudian lokal. Tren ini mencerminkan sikap Eropa yang semakin skeptis terhadap aset kripto dan blockchain technology secara umum.
Namun, faktor yang sama pentingnya adalah isu keamanan. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, Prancis mengalami serangkaian insiden penculikan dan upaya penculikan yang mengenai eksekutif dan investor kripto terkemuka. Fenomena ini menciptakan keadaan lingkungan yang kurang kondusif untuk gathering industri skala besar. Menurut Siu, banyak peserta potensial, termasuk dirinya sendiri, secara aktif menghindari penyelenggaraan acara di Paris karena pertimbangan keamanan personal.
Perspektif Jangka Panjang dari Para Investor Institusional
Meskipun valuasi NFT telah mengalami kontraksi, Siu mengingatkan bahwa perspektif temporal mempengaruhi interpretasi pasar. “Ingatlah bahwa lima tahun yang lalu, ekosistem ini memiliki valuasi nol dolar,” katanya. Dengan demikian, keadaan pasar NFT saat ini—meskipun turun dari puncak—tetap menunjukkan pertumbuhan eksponensial jika dilihat dari jangka panjang. Seluruh aktivitas transaksi tercatat transparan di blockchain publik, memungkinkan siapa saja melakukan due diligence independen terhadap ekosistem.
Argumentasi Siu menekankan bahwa dalam keadaan pasar yang lebih matang, partisipan yang tersisa adalah mereka dengan capital stability dan conviction jangka panjang. Kolektor seni digital, venture capital firm, dan investor institusional yang memahami teknologi blockchain tetap melihat nilai intrinsik dalam NFT sebagai instrumen tokenisasi aset digital. Fase konsolidasi ini, meskipun tidak se-glamor booming period, mengindikasikan evolusi menuju ekosistem yang lebih sustainable dan institutional-grade.