Analis Goldman Sachs Saksikan Investor Berani Ambil Risiko Meski Ketegangan Global Meningkat

Seiring masuki kuartal pertama 2026, analis dari Goldman Sachs mengidentifikasi fenomena menarik di pasar modal global: investor terus menunjukkan keberanian mengambil risiko yang lebih tinggi, meskipun ancaman geopolitik semakin memanas. Para analis mencatat pergeseran signifikan dalam perilaku investor sejak akhir tahun lalu, ketika selera risiko terus meningkat dari periode Desember hingga Januari.

Perubahan ini mencerminkan kepercayaan diri yang tumbuh di kalangan pelaku pasar, meski mereka dihadapkan pada ketidakpastian yang lebih besar di panggung global. Perkembangan ini memunculkan paradoks menarik: semakin tinggi risiko geopolitik, semakin agresif investor dalam memposisikan aset mereka.

Leverage Margin Mencapai Level Tertinggi sejak Lima Tahun Lalu

Data yang digali dari penelitian Goldman Sachs menunjukkan peningkatan dramatik dalam leverage akun margin investor. Sejak pertengahan 2025, level penggunaan margin telah mencapai puncaknya—tertinggi sejak tahun 2021. Fenomena ini mengindikasikan bahwa investor ritel tidak lagi berhati-hati dalam menggunakan dana pinjaman untuk amplifikasi keuntungan.

Lonjakan ini terus berlanjut hingga awal tahun ini, menandakan bahwa keberanian mengambil risiko masih tetap memuncak. Investor tampak percaya bahwa pasar akan terus memberikan peluang keuntungan, sehingga mereka bersedia meningkatkan exposure dengan memanfaatkan leverage yang lebih besar.

Investor Ritel Diversifikasi di Luar Saham-Saham Dominan

Selain peningkatan leverage, para analis juga mengamati perubahan signifikan dalam pola alokasi aset investor ritel. Mereka tidak lagi sekadar fokus pada ‘Big Seven’—tujuh perusahaan teknologi terbesar AS yang mendominasi pasar—tetapi mulai mengalihkan dana ke berbagai sektor dan wilayah geografis lain.

Strategi diversifikasi ini mencerminkan pencarian imbal hasil yang lebih tinggi, serta upaya mengurangi konsentrasi risiko pada beberapa nama besar yang telah memberikan kinerja luar biasa. Investor mulai percaya bahwa peluang keuntungan tersebar lebih luas di pasar global, bukan hanya terpusat pada perusahaan-perusahaan megah AS.

Posisi Pendek VIX Mencapai Level Tertinggi Sepanjang Dekade

Fenomena paling mencolok adalah ledakan posisi short pada indeks volatilitas VIX. Menurut data Goldman Sachs, rasio antara posisi pendek dan posisi panjang pada VIX telah mencapai level tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir. Ini menunjukkan bahwa investor secara masif bertaruh pada penurunan volatilitas pasar di masa depan.

Strategi ini mengungkapkan ekspektasi pasar yang optimis—investor yakin bahwa ketidakstabilan pasar akan berkurang. Mereka berani melakukan short selling pada instrumen yang mengukur ketakutan pasar, seolah mengirimkan sinyal bahwa rasa takut sudah mencapai level minimal dan pasar siap untuk kestabilan yang lebih besar.

Kombinasi dari tiga tren ini—leverage yang meningkat, diversifikasi portofolio, dan short VIX yang masif—melukiskan gambaran pasar yang sedang dalam fase risk-on yang kuat, meskipun realitas geopolitik menunjukkan tantangan yang tidak berkurang.

Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)