Sesi Senin menghadirkan aktivitas yang signifikan di pasar opsi S&P 500, dengan tiga perusahaan utama menarik perhatian besar dari trader derivatif. Yang menonjol adalah aktivitas opsi put yang mencolok dalam posisi kelemahan ares, menunjukkan bahwa investor sedang melakukan lindung nilai terhadap risiko penurunan pada nama-nama tertentu sambil menunjukkan sentimen campuran di seluruh kompleks ekuitas yang lebih luas.
Lonjakan Opsi Call UPS Menunjukkan Posisi Bullish
United Parcel Service Inc (UPS) mendominasi volume perdagangan opsi pada hari Senin, dengan 34.662 kontrak yang mewakili sekitar 3,5 juta saham dasar. Tingkat perdagangan ini menyumbang sekitar 76,6% dari volume harian rata-rata bulanan UPS sebesar 4,5 juta saham—sebuah konsentrasi yang berarti tetapi tidak ekstrem. Kontrak paling aktif berfokus pada call strike $110 yang berakhir pada 20 Februari 2026, dengan 6.488 kontrak diperdagangkan, setara dengan sekitar 648.800 saham dasar. Aktivitas call yang tinggi ini menunjukkan bahwa pembeli institusional sedang membangun posisi bullish di raksasa logistik ini, bertaruh pada kenaikan harga menjelang kedaluwarsa jangka pendek.
Lonjakan Put TTD Menunjukkan Sentimen Investor yang Hati-hati
Trade Desk Inc (TTD) mencatat volume opsi yang substansial sebanyak 67.255 kontrak, mewakili sekitar 6,7 juta saham dasar atau sekitar 68,2% dari volume harian rata-rata sebesar 9,9 juta saham. Berbeda dengan nada bullish di UPS, aksi opsi TTD berfokus pada put pelindung. Put strike $30 yang berakhir pada 20 Februari 2026 menghasilkan aktivitas tertinggi dengan 3.028 kontrak, mewakili sekitar 302.800 saham dasar. Pola aktivitas yang condong ke put ini biasanya mencerminkan kekhawatiran investor tentang kelemahan jangka pendek atau konsolidasi, dengan trader mengunci perlindungan terhadap penurunan.
Aktivitas Put Ares Management Mencerminkan Kelemahan Pasar
Perdagangan opsi Ares Management Corp (ARES) mencapai 10.999 kontrak, mewakili sekitar 1,1 juta saham dasar—sebuah angka yang cukup besar, yaitu 67% dari volume harian rata-rata sebesar 1,6 juta saham. Konsentrasi pada opsi put ini semakin menegaskan sinyal kelemahan ares, dengan put strike $140 yang berakhir pada 15 Januari 2027 mencatat aktivitas terbanyak sebanyak 3.069 kontrak atau sekitar 306.900 saham dasar. Dominasi pembelian put di ARES menunjukkan bahwa investor memperkirakan kemungkinan konsolidasi atau tekanan ke bawah, dengan posisi defensif untuk periode yang mungkin diperpanjang mengingat tanggal kedaluwarsa yang lebih lama.
Apa yang Diungkapkan Aktivitas Opsi Ini
Perbedaan di pasar opsi hari Senin menceritakan sebuah kisah menarik: posisi UPS condong bullish dengan konsentrasi call, sementara baik TTD maupun terutama ARES menunjukkan lindung nilai defensif melalui put yang mengindikasikan kekhawatiran terhadap kelemahan ares dan kehati-hatian yang lebih luas di kalangan trader yang canggih. Volume opsi put biasanya melebihi aktivitas call ketika investor institusional merasakan kerentanan, menjadikan pola ARES ini sangat menarik sebagai indikator awal potensi hambatan kinerja di masa mendatang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Sinyal Kelemahan Ares Muncul di Pasar Opsi Senin: Melacak Aktivitas Put di UPS, TTD, ARES
Sesi Senin menghadirkan aktivitas yang signifikan di pasar opsi S&P 500, dengan tiga perusahaan utama menarik perhatian besar dari trader derivatif. Yang menonjol adalah aktivitas opsi put yang mencolok dalam posisi kelemahan ares, menunjukkan bahwa investor sedang melakukan lindung nilai terhadap risiko penurunan pada nama-nama tertentu sambil menunjukkan sentimen campuran di seluruh kompleks ekuitas yang lebih luas.
Lonjakan Opsi Call UPS Menunjukkan Posisi Bullish
United Parcel Service Inc (UPS) mendominasi volume perdagangan opsi pada hari Senin, dengan 34.662 kontrak yang mewakili sekitar 3,5 juta saham dasar. Tingkat perdagangan ini menyumbang sekitar 76,6% dari volume harian rata-rata bulanan UPS sebesar 4,5 juta saham—sebuah konsentrasi yang berarti tetapi tidak ekstrem. Kontrak paling aktif berfokus pada call strike $110 yang berakhir pada 20 Februari 2026, dengan 6.488 kontrak diperdagangkan, setara dengan sekitar 648.800 saham dasar. Aktivitas call yang tinggi ini menunjukkan bahwa pembeli institusional sedang membangun posisi bullish di raksasa logistik ini, bertaruh pada kenaikan harga menjelang kedaluwarsa jangka pendek.
Lonjakan Put TTD Menunjukkan Sentimen Investor yang Hati-hati
Trade Desk Inc (TTD) mencatat volume opsi yang substansial sebanyak 67.255 kontrak, mewakili sekitar 6,7 juta saham dasar atau sekitar 68,2% dari volume harian rata-rata sebesar 9,9 juta saham. Berbeda dengan nada bullish di UPS, aksi opsi TTD berfokus pada put pelindung. Put strike $30 yang berakhir pada 20 Februari 2026 menghasilkan aktivitas tertinggi dengan 3.028 kontrak, mewakili sekitar 302.800 saham dasar. Pola aktivitas yang condong ke put ini biasanya mencerminkan kekhawatiran investor tentang kelemahan jangka pendek atau konsolidasi, dengan trader mengunci perlindungan terhadap penurunan.
Aktivitas Put Ares Management Mencerminkan Kelemahan Pasar
Perdagangan opsi Ares Management Corp (ARES) mencapai 10.999 kontrak, mewakili sekitar 1,1 juta saham dasar—sebuah angka yang cukup besar, yaitu 67% dari volume harian rata-rata sebesar 1,6 juta saham. Konsentrasi pada opsi put ini semakin menegaskan sinyal kelemahan ares, dengan put strike $140 yang berakhir pada 15 Januari 2027 mencatat aktivitas terbanyak sebanyak 3.069 kontrak atau sekitar 306.900 saham dasar. Dominasi pembelian put di ARES menunjukkan bahwa investor memperkirakan kemungkinan konsolidasi atau tekanan ke bawah, dengan posisi defensif untuk periode yang mungkin diperpanjang mengingat tanggal kedaluwarsa yang lebih lama.
Apa yang Diungkapkan Aktivitas Opsi Ini
Perbedaan di pasar opsi hari Senin menceritakan sebuah kisah menarik: posisi UPS condong bullish dengan konsentrasi call, sementara baik TTD maupun terutama ARES menunjukkan lindung nilai defensif melalui put yang mengindikasikan kekhawatiran terhadap kelemahan ares dan kehati-hatian yang lebih luas di kalangan trader yang canggih. Volume opsi put biasanya melebihi aktivitas call ketika investor institusional merasakan kerentanan, menjadikan pola ARES ini sangat menarik sebagai indikator awal potensi hambatan kinerja di masa mendatang.