Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Dolar AS turun ke level terendah dalam beberapa tahun.. Donald Trump meremehkan angka-angka yang mengkhawatirkan
Dalam beberapa waktu terakhir, dolar AS mengalami penurunan yang signifikan, mencapai level terendahnya dalam beberapa tahun terakhir, mencerminkan perubahan besar dalam sentimen pasar valuta asing global. Donald Trump, Presiden AS saat ini, tidak menunjukkan kekhawatiran terhadap penurunan ini, malah menegaskan bahwa mata uang tersebut “berkinerja dengan baik”, sebuah sikap yang bertentangan dengan indikator pasar yang mengkhawatirkan.
Indeks dolar mencatat keruntuhan sejarah
Indeks dolar AS turun ke level terendah dalam empat tahun terakhir, tepatnya sejak tahun 2021. Penurunan tajam ini menunjukkan titik balik penting dalam perilaku investor global, di mana mereka mulai meragukan kelayakan mempertahankan aset yang terkait dengan dolar AS. Penyebab utama dari keruntuhan ini beragam dan kompleks, tetapi secara utama berfokus pada pengikisan kepercayaan terhadap kebijakan keuangan AS dalam jangka panjang.
Krisis kepercayaan terhadap kebijakan keuangan menekan mata uang AS
Secara ekonomi domestik, pasar mencerminkan apa yang disebut para ahli sebagai “kehilangan kredibilitas”, terutama setelah pernyataan terakhir dari pemerintahan Donald Trump mengenai kemungkinan penyelidikan pidana terhadap Jerome Powell, Ketua Federal Reserve yang masa jabatannya akan berakhir pada Mei mendatang. Perkembangan politik ini meningkatkan ketidakpastian tentang jalur kebijakan moneter dan fiskal Amerika Serikat, yang menyebabkan meningkatnya kekhawatiran investor tentang stabilitas kebijakan ekonomi.
Emas dan mata uang asing menjadi prioritas bagi investor
Seiring meningkatnya keraguan terhadap kondisi ekonomi AS, para investor mulai mengalihkan modal mereka ke aset aman dan mata uang asing demi perlindungan investasi yang lebih baik. Emas memasuki tahap baru dari kenaikan berkelanjutan, mencapai level tertinggi baru yang belum pernah dicapai sebelumnya. Perubahan preferensi ini mencerminkan kedalaman ketidakpercayaan terhadap mata uang kertas tradisional, terutama dolar AS yang selama ini dianggap sebagai tempat aman utama bagi investor global.
Sikap optimis Donald Trump di tengah tantangan ekonomi
Meskipun indikator negatif ini terus berlanjut, Presiden AS Donald Trump tetap menegaskan untuk meredam pentingnya penurunan dolar, dengan menegaskan pandangannya yang optimis terhadap kinerja ekonomi. Trump percaya bahwa dolar mempertahankan kekuatannya secara relatif, dan dia tidak merasa khawatir secara besar terhadap tren saat ini. Sikap ini menunjukkan adanya pemisahan yang jelas antara penilaian sang presiden dan indikator nyata di pasar valuta asing global, di mana para investor lebih memilih mendengarkan data pasar yang ketat daripada pernyataan politik.