Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Ratusan kontrak diselesaikan dalam USDT atau BTC
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Reformasi Pajak di Belanda tentang Modal: Antara Kebutuhan Anggaran dan Risiko Pelarian
Otoritas Belanda sedang mempertimbangkan restrukturisasi mendalam terhadap sistem perpajakan mereka terkait modal dan investasi. Reformasi ini bertujuan untuk memberlakukan sistem pajak tahunan atas keuntungan tidak direalisasi, guna menutupi defisit anggaran yang diperkirakan mencapai 2,3 miliar euro setiap tahun jika reformasi ditunda. Di Belanda, inisiatif ini memicu perdebatan sengit mengenai risiko potensi pelarian modal ke luar negeri.
Sistem Perpajakan yang Gagal Memerlukan Perubahan
Sistem saat ini didasarkan pada hasil yang diasumsikan daripada data nyata, yang menyebabkan keputusan pengadilan membatalkan dasar dari sistem itu sendiri. Dewan Perwakilan (Tweede Kamer) menegaskan bahwa mempertahankan status quo akan menyebabkan pendarahan keuangan yang terus-menerus bagi negara. Minggu ini, lebih dari 130 pertanyaan diajukan kepada sekretaris negara bidang Keuangan sementara, Eugène Heijnen, yang mengungkapkan besarnya kekhawatiran legislatif terhadap kekurangan arsitektur perpajakan saat ini.
Keuntungan Tidak Direalisasi di Inti Kontroversi
Usulan utama adalah mengenakan pajak tahunan atas keuntungan teoretis dari investor saham, obligasi, dan mata uang kripto, baik yang telah direalisasi maupun tidak. Pemerintah mengakui bahwa mengenakan pajak hanya atas keuntungan yang telah direalisasi akan lebih tepat, tetapi menganggap pendekatan ini tidak realistis hingga 2028 mengingat keterbatasan anggaran saat ini. Pajak atas pendapatan kertas ini merupakan kompromi antara ideal perpajakan dan realitas politik.
Konsensus Politik yang Luas Meskipun Ada Keraguan
Spektrum politik yang luas mendukung reformasi ini. Partai-partai kanan seperti VVD, CDA, dan PVV bersedia mendukung proyek ini, sementara partai-partai kiri termasuk D66 dan GroenLinks–PvdA juga mendukung mekanisme ini, berargumen bahwa mekanisme ini lebih mudah diadministrasikan dan mencegah defisit anggaran besar. Dukungan mereka menunjukkan bahwa modal publik mendukung arah ini, meskipun ada reservasi terkait implementasinya.
Boîte 3 yang Direvisi: Pemenang dan Pecundang
Sistem Boîte 3 yang direvisi akan lebih menguntungkan bagi investor properti, memungkinkan pengurangan untuk pengeluaran yang dikeluarkan dan hanya mengenakan pajak saat keuntungan direalisasikan. Sebaliknya, rumah kedua akan tetap dikenai beban pajak tambahan sebagai penggunaan pribadi. Arsitektur yang berbeda ini mencerminkan upaya pemerintah untuk menargetkan sektor investasi tertentu.
Kekhawatiran Meningkat tentang Pelarian Modal Massal dari Belanda
Meskipun ada konsensus politik, proyek ini memicu oposisi keras di kalangan investor dan komunitas kripto. Michaël van de Poppe, analis terkenal dari dunia kripto Belanda, menyebut rencana ini sebagai “tanpa arti”, menyatakan bahwa hal ini akan memberatkan kewajiban pajak tahunan secara signifikan dan mendorong penduduk untuk meninggalkan negara. “Sangat dimengerti bahwa orang mempertimbangkan untuk pindah, dan akan tidak jujur jika menolak legitimasi langkah seperti ini,” komentarnya. Beberapa kritikus bahkan mengaitkan pajak atas keuntungan tidak direalisasi ini dengan momen-momen penting dalam sejarah, seperti Boston Tea Party, periode pemberontakan sosial, atau transformasi revolusioner, menyarankan bahwa langkah ini bisa memicu gerakan serupa dalam bentuk protes atau pelarian modal dari Belanda ke yurisdiksi yang lebih menguntungkan.