Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Ratusan kontrak diselesaikan dalam USDT atau BTC
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Dalam beberapa minggu terakhir, para investor memperhatikan korelasi yang tidak biasa: baik saham emas maupun Bitcoin mengalami penurunan secara bersamaan. Secara tradisional, emas dianggap sebagai aset “tempat berlindung yang aman”, sementara Bitcoin sering disebut sebagai “emas digital”. Penjualan simultan dari kedua aset ini membuat banyak orang bertanya-tanya mengapa dua kelas aset yang tampaknya berbeda bergerak dalam arah yang sama.
Jawabannya terletak pada dinamika ekonomi makro yang lebih luas. Kenaikan suku bunga dan ekspektasi pengetatan kebijakan moneter telah membuat aset tanpa risiko seperti obligasi pemerintah menjadi lebih menarik. Ketika hasil obligasi meningkat, investor cenderung mengurangi paparan mereka terhadap aset yang tidak menghasilkan pendapatan seperti emas dan Bitcoin. Perubahan ini memiliki dampak khusus karena kedua aset tersebut sering dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi daripada investasi yang menghasilkan pendapatan.
Faktor lain adalah kekuatan dolar AS. Secara historis, dolar yang menguat menekan harga emas dan Bitcoin secara bersamaan. Harga emas dalam dolar menurun karena menjadi lebih mahal bagi investor asing, sementara Bitcoin, yang juga dihargai secara signifikan dalam dolar, mengalami penurunan permintaan dari pembeli global. Ketika pasar memperkirakan kekuatan dolar akan berlanjut, hal ini dapat menyebabkan penurunan simultan dari kedua aset tersebut.
Sentimen investor juga memainkan peran penting.