Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Ratusan kontrak diselesaikan dalam USDT atau BTC
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
#WhyAreGoldStocksandBTCFallingTogether?
Belakangan ini, para investor telah memperhatikan bahwa saham emas dan Bitcoin (BTC) sedang turun bersamaan, yang tampaknya tidak biasa karena emas secara tradisional dianggap sebagai aset safe-haven sementara Bitcoin sering diperlakukan sebagai aset risiko spekulatif. Berikut alasan mengapa ini terjadi:
1️⃣ Imbal hasil Riil dan Suku Bunga yang Naik
Ketika imbal hasil riil (suku bunga dikurangi inflasi) meningkat, baik emas maupun penambang emas cenderung turun karena biaya peluang memegang aset yang tidak menghasilkan pendapatan meningkat.
Bitcoin, meskipun digital, juga bereaksi negatif terhadap kenaikan imbal hasil karena suku bunga yang lebih tinggi membuat investasi spekulatif menjadi kurang menarik.
2️⃣ Dolar AS yang Kuat
Dolar AS yang lebih kuat cenderung menekan harga emas karena emas dihargai dalam USD.
Bitcoin dan banyak cryptocurrency juga terpengaruh secara tidak langsung karena investor mungkin lebih memilih aset yang dinilai dalam dolar selama periode kekuatan dolar.
3️⃣ Sentimen Risiko-Off
Ketidakpastian pasar global atau peristiwa risiko-off secara luas dapat menyebabkan investor melikuidasi berbagai aset sekaligus, termasuk saham penambang emas dan crypto, untuk mengumpulkan kas atau mengurangi leverage.
Meskipun emas sendiri merupakan lindung nilai, saham terkait emas berleverage terhadap harga emas dan dapat turun tajam di pasar yang volatil.
4️⃣ Korelasi Akibat Aliran Institusional
Investor institusional besar sering memegang kedua saham emas dan Bitcoin dalam portofolio yang terdiversifikasi.
Ketika mereka mengurangi risiko, mereka mungkin menjual keduanya secara bersamaan, menciptakan korelasi positif sementara yang bersifat sementara antara kedua aset yang seharusnya tidak berkorelasi ini.
5️⃣ Faktor Teknis Jangka Pendek
Kedua pasar dapat mengalami penjualan teknis ketika level support utama pecah.
Perintah stop-loss dan perdagangan algoritmik dapat memperburuk penurunan bersamaan, membuat saham emas dan BTC bergerak bersama dalam jangka pendek.
🔹 Kesimpulan
Meskipun emas dan Bitcoin biasanya memiliki peran yang berbeda — satu sebagai safe-haven tradisional, yang lain sebagai penyimpan nilai digital atau spekulatif — faktor makroekonomi, perilaku institusional, dan perdagangan teknis dapat menciptakan periode di mana keduanya turun bersamaan.
Para investor harus memperhatikan:
Imbal hasil riil dan hasil obligasi
Kekuatan dolar
Level support utama di kedua saham emas dan BTC
Sentimen pasar yang lebih luas
Faktor-faktor ini dapat menjelaskan mengapa saham emas dan BTC terkadang bergerak sinkron meskipun korelasi jangka panjang mereka berbeda.