Dalam sejarah Tiongkok dari berbagai dinasti dan era, "dasar kekuatan" tidak pernah kekurangan, ini hampir merupakan fenomena yang berlangsung selama ribuan tahun. Banyak orang sering mengucapkan satu kalimat: "Kaisar mengurus orang kaya, bukan rakyat biasa." Kata-kata serupa pasti pernah Anda dengar. Misalnya, ada yang mengatakan bahwa pajak dagang selama Dinasti Ming dikenakan untuk membatasi pedagang, dan tidak terkait dengan rakyat biasa. Tetapi kenyataannya, justru sebaliknya.



Pada tahun ke-21 pemerintahan Hongwu, Xie Jin menghadap Zhu Yuanzhang dan mengemukakan sebuah masalah yang sangat realistis: tanah ada yang subur, ada yang tandus; tahun panen baik dan buruk, hasil panen memang tidak bisa sama setiap tahun. Tetapi pemerintahan tidak memungut berdasarkan kondisi nyata, melainkan menetapkan jumlah pajak total terlebih dahulu—tahun ini harus dipungut sebanyak ini, bagaimana cara memungutnya, diserahkan secara bertingkat ke bawah.

Akibatnya muncul situasi seperti ini:
Pada tahun panen yang baik, pemerintah mengatakan panen bagus, harus bayar lebih;
Pada tahun panen yang buruk, pemerintah justru mengatakan jumlah pajak sudah ditetapkan, berapa pun hasilnya harus dibayar.
Tidak peduli bagaimana hasil panen rakyat, pendapatan pemerintah tidak akan berkurang.
Yang disebut "pajak dagang" juga tidak hanya ditujukan kepada pedagang. Teh, merica, sutra, dan barang lainnya, saat diproduksi di tempat asal, harus membayar pajak sekali; selama pengangkutan, setiap kali melewati pos pemeriksaan, harus membayar lagi; masuk ke kota, tinggal, dan bertransaksi, juga harus membayar. Bahkan jika tidak bepergian jauh dan hanya menjual di tempat lokal, tetap harus membayar pajak.
Selain alat pertanian dan buku, hampir semua barang termasuk dalam cakupan pemungutan pajak.
Ini sebenarnya lebih mirip biaya jalan berlapis-lapis, yaitu pajak berulang yang ditujukan kepada seluruh rakyat, bukan sistem yang secara khusus menargetkan pedagang.
Xie Jin menunjukkan bahwa konsekuensi dari praktik ini sangat jelas: ada yang meninggal, ada yang melarikan diri, ladang menjadi terbengkalai, hasil panen menurun, tetapi jumlah pajak tetap sama; beban hanya bisa ditanggung oleh mereka yang masih tinggal. Lama-kelamaan, terbentuklah situasi "panen menurun tetapi pajak tidak berkurang," rakyat menjadi semakin sengsara.
Secara nominal, pajak dagang adalah sepertiga dari hasil, tetapi dalam pelaksanaan nyata, tidak ada yang benar-benar menghitung nilai barang atau hasil panen. Pemerintah tidak mencari keadilan, melainkan kepastian—asalkan jumlah total yang harus dipungut tercapai. Apakah individu mampu menanggungnya atau tidak, bukan menjadi pertimbangan.
Alasannya sebenarnya sangat sederhana: berdasarkan hasil panen nyata untuk memungut pajak membutuhkan survei, perhitungan, dan tenaga kerja yang besar, biaya administratifnya terlalu tinggi; sedangkan penetapan jumlah tetap paling mudah dan paling stabil.
Saran reformasi yang diajukan Xie Jin tidak rumit—harus memungut sesuai hasil panen, mengembalikan lebih banyak jika hasilnya lebih, dan mengurangi jika hasilnya kurang, agar rakyat tidak lagi dipersulit secara berlapis. Tetapi, rencana seperti ini, meskipun menguntungkan rakyat, tidak bisa menjamin pendapatan pemerintah tetap stabil dan juga tidak bisa menurunkan biaya pengelolaan.
Oleh karena itu, saran seperti ini pasti sulit diterima.
Dalam sejarah, yang sering muncul bukanlah gagasan "hanya memungut pajak dari orang kaya," melainkan logika yang lebih realistis: ketika sistem pertama-tama mengejar kestabilan keuangan, biaya akhirnya sering ditanggung oleh mereka yang paling kurang berdaya dalam bernegosiasi.
Hal yang benar-benar patut dipertanyakan bukanlah apa nama pajaknya, melainkan siapa yang membayar harganya.
Karena itulah, fenomena yang sering muncul dalam sejarah adalah: secara nominal, kebijakan sering diarahkan kepada sedikit orang, tetapi dampaknya secara nyata mengalir ke bawah secara berlapis-lapis. Lapisan atas mengejar kepastian keuangan dan kemudahan pengelolaan, sementara lapisan bawah menanggung seluruh risiko ketidakpastian. Ketika orang hanya mengingat "target siapa" dan mengabaikan "siapa yang menanggung biaya," maka hasil nyata dari operasional sistem tersebut sangat mudah tersembunyi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)