Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Kejaksaan Gwangju, Korea Selatan, menghadapi krisis aset kripto, ratusan triliun won dalam Bitcoin hilang secara misterius
Kantor Kejaksaan Daerah Gwangju, Korea Selatan, baru-baru ini mengungkapkan skandal mengejutkan—sekelompok aset Bitcoin yang ditemukan dalam kasus pidana menghilang secara misterius. Pada 25 Januari, kejaksaan menyadari masalah serius saat melakukan pemeriksaan aset rutin. Menurut media blockchain BlockBeats, total nilai Bitcoin yang hilang ini mencapai miliaran won Korea, namun jumlah pasti hingga saat ini belum diumumkan.
Situs phishing menjadi titik terang, kesadaran keamanan kejaksaan menjadi fokus
Akar peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran—pegawai kejaksaan secara tidak sengaja mengunjungi situs palsu yang dirancang dengan sangat hati-hati saat memeriksa informasi kunci privat Bitcoin yang disimpan di USB. Halaman phishing ini berhasil menipu petugas kejaksaan untuk memasukkan kredensial akses penting, yang akhirnya menyebabkan aset digital tersebut dipindahkan. Peristiwa ini mengungkap kelemahan dalam perlindungan keamanan siber lembaga pemerintah, terutama dalam menangani aset kripto bernilai tinggi yang kurang dilindungi secara memadai.
Perkiraan awal 70 miliar won Korea, sikap resmi ambigu
Evaluasi internal kejaksaan memperkirakan bahwa nilai Bitcoin yang hilang ini setidaknya mencapai 70 miliar won Korea. Namun, saat menghadapi pertanyaan media, pejabat Kantor Kejaksaan Daerah Gwangju memberikan jawaban yang ambigu, menyatakan saat ini mereka belum dapat memastikan rincian kejadian tersebut. Sikap yang samar ini semakin memperdalam keraguan publik terhadap kebenaran peristiwa dan langkah penanganannya selanjutnya. Kasus di Gwangju, Korea Selatan ini kembali mengingatkan industri dan lembaga pemerintah bahwa pengelolaan aset digital harus dilakukan dengan lebih hati-hati dan transparan.