Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Di Thailand, tersangka pembunuhan yang terjadi di Hong Kong 37 tahun yang lalu telah ditangkap
Pada hari Senin, ibu kota Thailand, Bangkok, menjadi tempat penangkapan seorang warga Hong Kong berusia 62 tahun yang sedang dalam daftar pencarian orang internasional terkait kasus pembunuhan yang terjadi pada tahun 1989. Berita ini kembali menarik perhatian pada salah satu kasus kriminal yang mencuat di Hong Kong dan menunjukkan efektivitas kerjasama internasional antara aparat penegak hukum dalam menghadapi tantangan globalisasi.
Penangkapan di Thailand: rincian operasi
Menurut laporan dari Radio Hong Kong (RTHK), penangkapan dilakukan berdasarkan permintaan dari otoritas Wilayah Administratif Khusus Hong Kong. Saat diperiksa, pria tersebut mengaku bahwa dia bersembunyi di Thailand dan telah lama dicari oleh polisi Hong Kong. Petugas keamanan menemukan bahwa tersangka tidak membawa dokumen identitas yang sah, yang menjadi dasar awal penahanannya di Bangkok.
Tiga puluh tujuh tahun dalam pelarian: bagaimana kehidupan pelarian tersebut
Menurut data penyelidikan, tersangka meninggalkan Hong Kong pada tahun 1994, yaitu lima tahun setelah dugaan pembunuhan dilakukan. Selama hampir empat dekade, dia secara diam-diam menyembunyikan identitas dan masa lalunya. Dalam periode tersebut, pria ini mendirikan sebuah pabrik kecil, menikah dengan warga negara Thailand, dan membesarkan tiga anak, serta berintegrasi ke dalam komunitas setempat.
Prosedur ekstradisi dan proses pengadilan
Saat ini, otoritas hukum Hong Kong telah memulai proses ekstradisi internasional terhadap tersangka. Sampai permohonan ekstradisi diproses, pria tersebut tetap berada dalam tahanan dengan tuduhan melintasi batas secara ilegal. Kasus pembunuhan tahun 1989 ini akan kembali berkembang berkat kerjasama internasional yang sukses antara aparat penegak hukum Hong Kong dan Thailand, yang menegaskan pentingnya koordinasi global dalam memerangi kejahatan.