Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Ratusan kontrak diselesaikan dalam USDT atau BTC
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Trump Memaksa IEA Mengubah Strategi Energi di Tingkat Global
Dalam perkembangan terbaru hubungan internasional, pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memaksa Badan Energi Internasional (IEA) untuk mereorientasi fokusnya. Melalui pertemuan yang berlangsung dengan tegang di Paris baru-baru ini, delegasi Trump mengajukan tuntutan eksplisit kepada lembaga energi dunia ini. Menurut laporan Bloomberg, pihak AS mengancam akan mengurangi dukungan finansial dan politis jika IEA tidak menyetujui perubahan target emisi nol bersih mereka.
Tekanan Langsung dan Ultimatum Energi
Pemerintahan Trump memukulkan posisi keras terkait ketidaksetujuannya terhadap perjanjian iklim internasional. Langkah memaksa ini mencerminkan perubahan arah signifikan dalam pendekatan AS terhadap kebijakan energi global. Delegasi mendesak IEA untuk meninggalkan komitmen ambisius mereka terhadap energi terbarukan dan netral karbon, mengganti fokus dengan prioritas independensi energi nasional. Ancaman pencabutan dukungan digunakan sebagai alat leverage untuk memastikan kepatuannya.
Posisi Kritis IEA di Tengah Tekanan
Badan Energi Internasional menghadapi dilema kompleks dalam mengawasi kebijakan energi berkelanjutan di lebih dari 30 negara anggota. Organisasi ini dikenal sebagai pemandu utama dalam transisi energi global dan advokat utama untuk penurunan emisi karbon. Dengan Trump memaksa perubahan fundamental, IEA harus menyeimbangkan antara tuntutan salah satu anggota paling berpengaruh dengan komitmen terhadap negara-negara lain yang menyokong target iklim ambisius.
Dampak Potensial pada Lanskap Energi Dunia
Konfrontasi ini membawa implikasi besar bagi kebijakan energi global dan masa depan komitmen iklim internasional. Jika pemerintahan Trump berhasil memaksa perubahan di IEA, hal ini dapat melemahkan standar energi berkelanjutan di tingkat dunia. Negara-negara lain yang bergantung pada panduan IEA untuk strategi energi mereka mungkin menghadapi ketidakpastian. Sementara itu, momentum transisi energi global—yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun—berisiko mengalami pembuntuan signifikan dari pertarungan kepentingan nasional versus tanggung jawab lingkungan global.