🚨 Selat Hormuz memasuki krisis serius


📌 Perkembangan utama seputar Selat Hormuz
- Pasukan Pengawal Revolusi Iran (IRGC) menyatakan bahwa Selat Hormuz telah ditutup.
- Hanya dalam 24 jam, telah ada 5 kapal dagang yang terkena rudal/UAV di Teluk Oman dan perairan UAE.
- 1 kapal minyak terkena serangan, ruang mesin terbakar, 1 awak kapal meninggal dunia.
📌 Transportasi minyak lumpuh
- Asuransi perang dibatalkan, menjadi faktor penentu apakah kapal berani melewati Hormuz atau tidak.
- Biaya sewa VLCC (super tanker minyak) di Timur Tengah meningkat ke level tertinggi saat konflik meningkat.
📌 Infrastruktur energi langsung terdampak
- Pabrik pengolahan minyak Ras Tanura (Arab Saudi) berhenti beroperasi.
- Qatar menghentikan ekspor gas alam.
- Menurut OECD, negara-negara saat ini memiliki cadangan energi sekitar 62 hari.
-> Volume lalu lintas melalui Hormuz saat ini hampir nol.
📌Harga energi merespons secara langsung, gas Eropa +30%, setelah sebelumnya naik +40% kemarin. Minyak mentah +5.6% saat pasar mulai menilai risiko gangguan pasokan.
-> Trump sedang mempertimbangkan dukungan asuransi untuk kapal minyak yang melewati Hormuz. China menyerukan dibukanya kembali jalur pelayaran, karena sebagian besar dari 13,1 juta barel/hari yang melewati Hormuz menuju China. Masalahnya terletak pada pengangkutan, bukan produksi minyak. Jika perang berakhir lebih cepat, harga energi bisa turun dengan cepat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan