Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
1. 🏛️ Nominasi dan Jalan Buntu Politik
Presiden Donald Trump secara resmi menominasikan Kevin Warsh untuk menjadi Ketua Federal Reserve berikutnya pada Januari 2026, dengan nominasi dikirim ke Senat pada awal Maret. Warsh, seorang gubernur Fed mantan dari 2006 hingga 2011, saat ini dijadwalkan untuk mengambil alih ketika masa jabatan Ketua saat ini Jerome Powell berakhir pada Mei 2026.
Namun, proses nominasi telah menghadapi hambatan besar. Senator Thom Tillis, seorang Republik dari North Carolina dan anggota Komite Perbankan Senat, telah bersumpah untuk memblokir konfirmasi Kevin Warsh dan calon Fed lainnya. Blokadennya akan tetap berlaku sampai investigasi pidana kontroversial terhadap Ketua Fed saat ini Jerome Powell sepenuhnya ditutup.
2. ⚖️ Akar Penyebab: Investigasi Powell
Investigasi yang menjadi inti dari jalan buntu ini diluncurkan oleh Jaksa AS Jeanine Pirro, seorang sekutu Presiden Trump. Penyelidikan berfokus pada apakah Ketua Powell menyesatkan Kongres selama testimoninya Juni 2025 mengenai $2.5 miliar dalam kelebihan biaya terkait proyek renovasi kantor pusat Federal Reserve.
Para kritikus, termasuk Senator Tillis dan seorang hakim federal, memandang investigasi ini sebagai dalih untuk mengganggu Powell karena tidak menurunkan suku bunga cukup cepat sesuai tuntutan Presiden Trump. Powell sendiri telah menyatakan bahwa penyelidikan ini berasal dari penolakan Fed untuk memotong suku bunga seputus matahari seperti yang diinginkan Presiden.
3. ⚖️ Intervensi Yudisial
Situasi mengambil giliran dramatis pada 13 Maret 2026, ketika Kepala Hakim Distrik AS James Boasberg melakukan intervensi. Dia memblokir penyelidikan pidana dan membatalkan subpoena grand jury yang dikeluarkan terhadap Powell.
Dalam putusannya, Hakim Boasberg sangat kritis terhadap investigasi, menyatakan ada "gunung bukti" bahwa tujuan penyelidikan adalah mengganggu Powell. Dia secara terkenal menulis bahwa pemerintah telah "menghasilkan pada dasarnya nol bukti untuk mencurigai Ketua Powell melakukan kejahatan" dan bahwa investigasi hanyalah dalih untuk memaksanya memotong suku bunga atau mengundurkan diri.
4. ⚖️ Banding dan Jalan Buntu Berkelanjutan
Terlepas dari putusan hakim, Jaksa AS Jeanine Pirro telah bersumpah untuk mengajukan banding terhadap keputusan tersebut, bersumpah untuk melanjutkan pertarungan. Keputusan untuk mengajukan banding ini adalah alasan langsung mengapa nominasi tetap terhenti.
Karena investigasi secara teknis masih hidup karena banding, Senator Tillis telah mengulangi posisinya. Dia menyatakan bahwa mengajukan banding terhadap putusan tersebut "hanya akan menunda konfirmasi Kevin Warsh sebagai Ketua Fed berikutnya". Tillis merayakan putusan hakim sebagai konfirmasi bahwa investigasi adalah "serangan gagal terhadap kemandirian Fed" dan mendorong kantor Jaksa AS untuk melanjutkan untuk menghindari penundaan lebih lanjut.
5. 🔵 Oposisi Bipartisan
Sementara penahan Senator Tillis adalah hambatan paling langsung, nominasi Warsh juga menghadapi oposisi terpadu dari Demokrat di Komite Perbankan. Pada Februari, semua 11 anggota Demokrat, dipimpin oleh Anggota Urutan Elizabeth Warren, mengirim surat kepada Ketua Komite Tim Scott menuntut penundaan dalam setiap prosiding nominasi.
Mereka berpendapat bahwa "upaya berkelanjutan oleh Presiden untuk mengendalikan Fed—yang harus mampu melakukan penilaian independen—merusak kepercayaan publik dalam nominasi apapun untuk ketua pada saat ini". Mereka menolak untuk berpartisipasi dalam apa yang mereka sebut "upaya farsial" sementara administrasi melakukan penyelidikan "tipuan" terhadap Powell dan Gubernur Lisa Cook.
6. ⏳ Apa Yang Terjadi Selanjutnya?
Jadwal waktu untuk konfirmasi Warsh sekarang sepenuhnya tidak pasti dan tergantung pada pertarungan hukum.
· Jika Pirro menghentikan banding: Investigasi akan ditutup, memenuhi kondisi Senator Tillis dan berpotensi memungkinkan nominasi untuk maju.
· Jika banding berlanjut: Nominasi dapat tetap terbeku selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Jika Warsh tidak dikonfirmasi pada saat masa jabatan Powell berakhir pada 15 Mei, Powell akan tetap berada di Dewan Fed sebagai gubernur dan kemungkinan akan terus memimpin pertemuan penetapan suku bunga, menciptakan putaran ironis di mana tindakan administrasi sendiri menunda tujuannya menggantikannya.