Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Mengapa Hakim Torres Memutuskan untuk Melanjutkan Sengketa XRP
Perkara panjang sengketa hukum antara Ripple dan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengalami perkembangan tak terduga. Alih-alih menyelesaikan kasus tersebut, Hakim Analisa Torres memutuskan untuk melanjutkan proses – sebuah keputusan yang mengejutkan banyak pelaku pasar. Marc Fagel, mantan pengacara SEC, kini memberikan penjelasan yang menarik di platform X tentang mengapa Hakim Torres memilih jalur ini.
Dasar hukum keputusan Torres
Menurut analisis Fagel, alasan untuk melanjutkan prosesnya jelas dan dapat dipahami. Hakim menyatakan bahwa Ripple telah menghasilkan ratusan juta dolar dari penjualan sekuritas yang tidak terdaftar. Ini merupakan pelanggaran besar terhadap undang-undang sekuritas nasional. Fagel merangkum pandangannya dengan tegas: “Kemungkinan besar, karena dia menyadari bahwa Ripple secara ilegal mengumpulkan ratusan juta dolar melalui penjualan sekuritas yang tidak terdaftar. Mengapa dia harus menyerah?” Logika ini menunjukkan bahwa Hakim Torres menganggap pelanggaran tersebut terlalu serius untuk diselesaikan dengan mudah.
Konsekuensi keuangan Ripple dan situasi baru
Baru-baru ini, Ripple menarik bandingnya dan menyatakan bersedia membayar denda sebesar 50 juta dolar. Keputusan ini tidak menghentikan diskusi seputar kasus tersebut. Fakta bahwa Hakim Torres menolak kesepakatan bersama antara Ripple dan SEC menunjukkan bahwa hakim tidak otomatis menyetujui setiap kesepakatan jika mereka menemukan masalah regulasi yang mendasar.
Apakah kasus ini benar-benar memenuhi misi SEC?
Pertanyaan kritis lainnya adalah: Apakah sengketa ini benar-benar membantu memenuhi misi utama SEC – yaitu melindungi investor, menjaga pasar yang adil, dan mendorong pembentukan modal? Fagel menjawab langsung: “Jika sebuah perusahaan tidak bersedia mematuhi undang-undang federal, mereka harus berusaha mengubahnya – bukan memutuskan sendiri mana yang penting.” Ini menegaskan bahwa Hakim Torres ingin menyampaikan pesan yang jelas kepada industri: aturan regulasi tidak bisa diabaikan sesuka hati.
Mengapa Ethereum tidak berperan dalam gugatan Ripple
Aspek menarik dari diskusi ini adalah mengapa Ethereum tidak termasuk dalam kasus ini. Fagel menegaskan bahwa seorang hakim hanya dapat memutuskan perkara yang secara formal diajukan kepadanya. Karena SEC tidak memasukkan Ethereum dalam gugatan terhadap Ripple, Hakim Torres tidak memiliki dasar hukum untuk membahasnya. Fagel juga menekankan bahwa peran Hakim Torres dalam kasus ini akan berakhir secara efektif begitu SEC secara formal menarik bandingnya.
Larangan permanen terhadap penjualan XRP institusional
Aspek penting dari putusan pengadilan adalah pengklasifikasian penjualan XRP secara institusional sebagai penawaran sekuritas. Ini berarti Ripple harus menghentikan transaksi tersebut atau melakukannya sesuai hukum sekuritas secara ketat. Bill Morgan, pengacara terkemuka di komunitas XRP, menegaskan poin penting: Perintah pengadilan seperti yang diarahkan terhadap Ripple bertujuan mengatur perilaku saat ini dan masa depan – bukan hanya menghukum tindakan masa lalu. Ini menunjukkan bahwa keputusan Hakim Torres akan memiliki dampak jangka panjang bagi Ripple dan bukan sekadar keputusan retrospektif.