Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Al Waleed Bin Talal Al Saud: bagaimana miliarder Arab membangun kerajaan melalui investasi global
Edisi terakhir peringkat Forbes menampilkan nama yang banyak dikenang: al waleed bin talal al saud, pangeran Arab Saudi yang pada tahun 2025 kembali masuk daftar dengan kekayaan bersih sebesar 16,5 miliar dolar, menegaskan dirinya sebagai orang terkaya di dunia Arab. Tetapi yang benar-benar membuat kisah ini menarik bukan hanya kekayaan yang dikumpulkan, melainkan kemampuan luar biasa dari investor ini untuk mendiversifikasi portofolionya ke berbagai sektor yang sama sekali berbeda, dari raksasa teknologi hingga infrastruktur properti, dari maskapai penerbangan hingga sektor kesehatan.
Fenomena Kembalinya: dari Terkucil Menjadi Tokoh Utama dalam Peringkat Forbes
Untuk memahami arti dari kembalinya ini, kita perlu mundur sedikit. Al waleed bin talal al saud masuk dalam daftar Forbes pada 2017 dengan kekayaan sebesar 18,7 miliar dolar, tetapi pada 2018 dia dikeluarkan ketika majalah mengubah metodologi penghitungan kekayaan miliarder Arab Saudi. Lebih dari lima tahun kemudian, pada 2025, pangeran ini kembali tidak hanya dalam daftar, tetapi menempati posisi teratas di antara 15 miliarder Arab Saudi tahun ini, dan menduduki peringkat ke-128 secara global menurut Forbes. Data ini menunjukkan bahwa kekayaannya, meskipun menurun dibandingkan 2017, tetap luar biasa dan secara struktural kokoh.
Kingdom Holding Company: Inti dari Strategi Global
Dasar kekayaan Alwaleed terletak pada Kingdom Holding Company, grup investasi yang didirikan 45 tahun lalu dan saat ini mengendalikan hampir 80% dari total nilai kekayaannya. Dengan kepemilikan diperkirakan sekitar 6,4 miliar dolar, holding ini menjadi pusat dari semua operasi keuangan pangeran. Kingdom Holding mengelola portofolio investasi senilai total 19 miliar dolar (data akhir 2024), angka yang mengesankan dan tersebar di berbagai sektor: dari jasa keuangan hingga hiburan, dari penerbangan hingga energi, sampai kecerdasan buatan dan teknologi.
Revolusi Digital: Dari Keterlibatan di X Hingga Taruhan di xAI
Salah satu bab paling menarik dari strategi al waleed bin talal al saud adalah posisinya di sektor teknologi, khususnya melalui kaitannya dengan Elon Musk. Kingdom Holding adalah pemegang saham kedua terbesar di X, platform jejaring sosial yang diakuisisi Musk pada 2022 dengan dukungan dari pangeran Arab Saudi ini. Tetapi taruhan utama semakin menguat dengan xAI: dalam setahun terakhir, investasi di perusahaan ini meningkat menjadi 800 juta dolar berkat putaran pendanaan Seri B dan C. Ketika Musk mengumumkan penggabungan strategis antara X dan xAI pada Maret 2025, menilai entitas baru sebesar 125 miliar dolar, al waleed bin talal al saud melihat potensi besar dari langkah ini, memperkirakan total investasinya di joint venture ini bisa mencapai antara 4 dan 5 miliar dolar dalam waktu dekat.
Selain pasangan X-xAI, Kingdom Holding juga membangun posisi signifikan di raksasa teknologi lain, berinvestasi di Meta, Uber, Didi, dan Lyft. Strategi ini menunjukkan visi yang jelas: tidak hanya menempatkan diri di pemimpin digital saat ini, tetapi juga mengantisipasi gelombang inovasi berikutnya, seperti kecerdasan buatan.
Hospitality sebagai Pilar Sejarah: Four Seasons dan Accor
Di sektor perhotelan, al waleed bin talal al saud bukanlah pendatang baru. Hampir 31% dari portofolio investasinya terkonsentrasi di bidang ini, sebagai bukti sejarah panjang keterlibatannya dalam industri hospitality. Kepemilikan 23,7% di Four Seasons adalah hasil dari kolaborasi jangka panjang dengan miliarder Bill Gates: kemitraan yang dimulai saat Alwaleed memiliki lebih dari 47,5%, kemudian dikurangi setelah menjual setengah kepemilikannya kepada Gates seharga 2,21 miliar dolar pada 2021. Pada saat yang sama, Kingdom Holding memegang 6,8% dari grup hotel Prancis Accor, salah satu operator terbesar di dunia dengan portofolio lebih dari 40 merek ternama, termasuk Fairmont, Raffles, dan Sofitel.
Fondasi Keuangan: Citigroup dan Banque Saudi Fransi
Dalam dunia keuangan, perjalanan al waleed bin talal al saud menceritakan kisah visi luar biasa. Pada 1991, saat masih sedikit yang percaya pada proyek bank Amerika ini, pangeran menginvestasikan 800 juta dolar di Citigroup. Yang tampaknya risiko terukur ini berubah menjadi kemenangan: pada 2005, investasi ini bernilai 10 miliar dolar. Kini, meskipun sahamnya menurun menjadi 1,06%, tetap menghasilkan nilai yang signifikan. Dalam konteks lokal, Kingdom Holding adalah pemegang saham utama Banque Saudi Fransi dengan porsi 16,2%, sekitar 1,8 miliar dolar, memperkuat posisinya di sistem perbankan regional.
Properti dan Infrastruktur: Impian Jeddah Tower
Properti menyumbang 25,9% dari portofolio dan mencakup proyek-proyek ambisius. Kingdom Centre di Riyadh tetap menjadi simbol kekuatan visual pangeran, tetapi Jeddah Tower yang menarik perhatian: bangunan yang direncanakan akan melebihi 1.000 meter tinggi, dan menjadi menara tertinggi di dunia. Nilai total kontrak terkait proyek properti ini mencapai 1,9 miliar dolar, belum termasuk 35,74% kepemilikan di Jeddah Economic Company.
Penerbangan Sipil: Terbang Menuju IPO Flynas
Di sektor penerbangan, Kingdom Holding memegang 37,2% saham maskapai berbiaya rendah Flynas, yang saat ini mengelola armada sebanyak 61 pesawat. Acara besar yang dinantikan adalah Penawaran Umum Perdana (IPO) di bursa Saudi Tadawul, yang dijadwalkan pada 2026 dengan target pengumpulan minimal 2 miliar dolar. Langkah ini menjadi momen penting untuk memperkuat posisi perusahaan di pasar Saudi dan global, sekaligus memberi indikator kekuatan strategi diversifikasi al waleed bin talal al saud.
Kesehatan dan Pendidikan: Kembali ke Tata Kelola Perusahaan
Di sektor kesehatan, Kingdom Holding memegang 4,9% saham Dallah Health dan mengelola Kingdom Hospital bersama jaringan klinik swasta, menyumbang 2,2% dari portofolio total. Di bidang pendidikan, grup ini mengendalikan 89,8% saham Sistem Sekolah Kingdom, yang mengalami pertumbuhan 14% dalam jumlah siswa terdaftar tahun lalu, menunjukkan bahwa sektor ini dipandang menjanjikan untuk investasi jangka panjang.
Kesimpulan: Visi Melampaui Masa Kini
Kisah al waleed bin talal al saud dan Kingdom Holding-nya menunjukkan bahwa kekayaan sejati tidak terletak pada memiliki miliaran, melainkan pada kemampuan untuk membuatnya berkembang melalui visi strategis. Dari awal investasinya di Citigroup hingga posisi saat ini di xAI dan teknologi kecerdasan buatan, Alwaleed telah membuktikan mampu mengantisipasi tren dan menempatkan diri di mana nilai masa depan akan muncul. Inilah pelajaran yang terus diajarkan miliarder Arab ini kepada pasar global.