Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Harga $XAUUSD dan $XAGUSD Terkoreksi, Namun Peluang Reli Masih Terbuka
Harga logam mulia, yakni emas dan perak, tercatat melemah dalam sepekan terakhir di tengah tensi geopolitik global yang masih tinggi.
Melansir Trading Economics pada Jumat (20/3/2026) pukul 12.15 WIB, harga emas berada di level US$ 4.722 per ons troi atau menurun 5,91% sepekan terakhir. Sementara harga perak berada di level US$ 73,76 per ons troi, juga terkoreksi hingga 8,36% dalam sepekan.
Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo menilai, pelemahan tersebut mencerminkan kombinasi faktor teknikal dan sentimen makro.
Menurutnya, reli harga logam mulia sebelumnya lebih didorong oleh respons spontan pasar terhadap meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah dan lonjakan harga energi.
“Ketika harga minyak mulai terkoreksi dan imbal hasil obligasi Amerika Serikat cenderung stabil, daya tarik aset safe haven seperti emas dan perak ikut mereda,” ujar Sutopo kepada Kontan, Selasa (17/3/2026).
Selain itu, aksi ambil untung (profit taking) oleh investor setelah kenaikan tajam sebelumnya juga turut menekan harga dalam jangka pendek. Alhasil, pergerakan mingguan kedua logam mulia tersebut terlihat bearish meski fundamental jangka panjangnya masih solid.
Sutopo menegaskan, pelemahan ini tidak serta-merta menandakan bahwa reli harga logam mulia akibat konflik geopolitik telah berakhir.
Menurutnya, ketegangan antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran masih menjadi katalis utama, namun pasar kini cenderung menunggu perkembangan eskalasi lanjutan atau dampak nyata terhadap inflasi global.
Ia menjelaskan, apabila harga energi kembali melonjak atau terjadi gangguan pada jalur perdagangan strategis seperti Selat Hormuz, maka harga emas berpotensi kembali menguat.
Di sisi lain, perak memiliki keunggulan tambahan dari sisi fundamental, yakni proyeksi defisit pasokan serta tingginya permintaan dari industri, khususnya sektor elektronik.
“Ke depan, tren harga kemungkinan akan lebih fluktuatif, dengan fase konsolidasi sebelum melanjutkan reli berikutnya. Ini sangat bergantung pada arah geopolitik dan kebijakan moneter global,” tambahnya.
Untuk proyeksi semester I 2026, Sutopo memperkirakan harga emas akan bergerak di kisaran US$ 4.800 hingga US$ 5.300 per ons troi, dengan kecenderungan menguat jika tekanan inflasi energi kembali meningkat dan memengaruhi kebijakan bank sentral.
Sementara itu, harga perak diproyeksikan berada di rentang US$ 75 hingga US$ 85 per ons troi, ditopang oleh defisit pasokan serta permintaan industri yang tetap kuat.