Pertengkaran Seputar Brian Armstrong dan Masalah Menghasilkan Keuntungan dari Stablecoin di Gedung Putih

Pembicaraan antara industri mata uang kripto dan pemerintah AS mengenai kebijakan stablecoin sedang menghadapi kebuntuan kebijakan yang signifikan. Brian Armstrong, CEO Coinbase, telah berkomitmen terhadap sejumlah kompromi dalam beberapa bulan terakhir untuk mendorong kesepakatan, tetapi situasi saat ini menunjukkan bahwa mencapai kesepakatan di Gedung Putih sebelum akhir minggu ini adalah tidak mungkin. Krisis ini mencerminkan perbedaan mendalam dalam pendekatan kebijakan antara industri mata uang kripto dan kelompok lobi perbankan.

Masalah Menguntungkan: Menjadi Titik Lemah dalam Negosiasi

Inti dari perdebatan ini adalah hak untuk memungkinkan stablecoin menghasilkan keuntungan bagi pengguna. Brian Armstrong dan Coinbase berargumen bahwa pengguna harus dapat memperoleh imbal hasil dari stablecoin mereka, posisi yang sepenuhnya bertentangan dengan pandangan lembaga perbankan tradisional. Kelompok lobi perbankan khawatir bahwa mengizinkan keuntungan dari stablecoin dapat melemahkan keunggulan kompetitif rekening tabungan tradisional.

Faryar Shirzad, Kepala Kebijakan Senior Coinbase, secara terbuka menanggapi di platform X, menekankan bahwa perusahaan tidak hanya bernegosiasi, tetapi juga telah melakukan kompromi yang signifikan. Ia menegaskan bahwa melindungi kepentingan rakyat Amerika tetap menjadi tujuan utama Coinbase dalam semua negosiasi ini.

Dari Harapan ke Kekecewaan: Pendekatan Gedung Putih

Awalnya, para pemimpin Gedung Putih berharap dapat menyelesaikan masalah keuntungan dari stablecoin sebelum akhir minggu ini. Namun, menurut sumber industri perbankan yang terlibat langsung dalam proses negosiasi, target cerah ini tidak akan tercapai. Perbedaan antara kedua belah pihak masih terlalu besar untuk mencapai kesepakatan dengan cepat.

Patrick Witt, Direktur Dewan Konsultasi Aset Digital Presiden, dipuji oleh Faryar Shirzad dan komunitas mata uang kripto atas upaya mereka mendorong penyelesaian masalah. Namun, upaya ini tampaknya belum cukup untuk mengatasi penolakan dari kelompok lobi.

Dalam Inti Konflik: Suara dari Pejabat

David Sacks, Direktur Cryptocurrency dan Kecerdasan Buatan di Gedung Putih, baru-baru ini menyatakan bahwa industri mata uang kripto telah menunjukkan kompromi yang signifikan dalam negosiasi. Ia menyerukan agar industri perbankan mengambil langkah yang sepadan untuk mencapai kesepakatan. Pernyataan ini dilihat sebagai upaya menyeimbangkan kepentingan para pihak terkait.

Namun, perdebatan ini menjadi hambatan utama yang menghalangi proses pengesahan Undang-Undang Struktur Pasar Cryptocurrency, sebuah kerangka hukum penting yang telah banyak didukung oleh Brian Armstrong dan Coinbase. Penundaan ini mencerminkan tantangan mendasar dalam menyeimbangkan kepentingan yang berlawanan dalam regulasi mata uang kripto.

Jelas bahwa meskipun upaya Coinbase dan Brian Armstrong untuk mencari solusi kompromi sangat nyata, tekanan dari industri perbankan tetap cukup kuat untuk memperpanjang perdebatan kebijakan ini. Hasil akhirnya akan bergantung pada kemampuan para pihak menemukan titik keseimbangan yang sesungguhnya dalam negosiasi mendatang.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan