Korea Selatan Meluncurkan Tinjauan Mendesak Setelah Peretasan Dompet Crypto yang Disita

  • Iklan -

Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Korea Selatan Koo Yun-cheol berjanji akan segera meninjau kembali cara lembaga publik mengelola cryptocurrency yang disita setelah terjadi celah keamanan besar.

Pengumuman ini muncul beberapa hari setelah Layanan Pajak Nasional (NTS) secara tidak sengaja membocorkan frasa seed wallet dalam siaran pers resmi, yang menyebabkan pencurian sementara jutaan aset digital.

Insiden ini memperkuat pengawasan terhadap praktik penitipan aset digital pemerintah dan mempercepat seruan untuk reformasi regulasi.

Bagaimana Pelanggaran Terjadi

Pada 26 Februari 2026, NTS mengeluarkan siaran pers yang merinci penyitaan 8,1 miliar won (sekitar $5,6 juta) dari penghindar pajak bernilai tinggi. Pengumuman tersebut menyertakan foto resolusi tinggi dari dompet perangkat keras Ledger yang disita.

최근 국세청의 디지털자산 정보 유출 사건과 관련하여, 정부는 금융위•금감원 등 관계기관과 함께 체납자로부터 압류 등으로 보유•관리하고 있는 정부•공공기관의 디지털자산 현황 및 관리 실태를 점검하고, 디지털자산 보안 관리강화 등 재발 방지 방안을 조속히 마련•시행하겠습니다.

참고로,… pic.twitter.com/RfvGJdvHy3

— 구윤철 부총리 겸 재정경제부 장관 (@yuncheol_koo) 1 Maret 2026

Salah satu gambar dilaporkan menampilkan frasa mnemonic recovery yang ditulis tangan, ditempatkan di samping perangkat yang terkait dengan wajib pajak yang diidentifikasi sebagai “Mr. C.” Frasa seed yang terbuka memungkinkan siapa saja yang melihat gambar tersebut untuk merekonstruksi wallet.

Dalam beberapa jam, seseorang yang tidak dikenal menggunakan frasa tersebut untuk mengakses wallet. Setelah menyetor sejumlah kecil Ethereum (ETH) untuk menutupi biaya transaksi, pelaku memindahkan sekitar 4 juta token PRTG, bernilai sekitar $4,8 juta, dari akun tersebut.

Dana Dicuri – Lalu Dikembalikan

Menurut laporan, seorang pria menyerahkan diri ke Kepolisian Nasional Korea pada 1 Maret 2026, mengaku bahwa dia mengakses dana tersebut karena penasaran. Pihak berwenang menyatakan bahwa aset tersebut dikembalikan ke keadaan semula setelah insiden.

Meskipun dana berhasil dipulihkan, pelanggaran ini mengungkap kerentanan dalam cara lembaga publik menangani materi kriptografi sensitif dan komunikasi publik.

Tanggapan Pemerintah dan Reformasi Kebijakan

Menteri Koo menyatakan bahwa pemerintah akan “segera menetapkan dan melaksanakan langkah-langkah untuk mencegah kejadian serupa terulang.” Langkah-langkah yang diusulkan termasuk memperkuat prosedur pengelolaan aset digital di seluruh lembaga publik yang menangani crypto yang disita.

Pihak berwenang juga berencana melakukan audit nasional terhadap kepemilikan crypto pemerintah. Tinjauan ini dilakukan tidak hanya setelah insiden NTS tetapi juga kegagalan penitipan lainnya, termasuk kehilangan 22 BTC dari brankas polisi Gangnam dan kasus penanganan yang salah di kantor kejaksaan.

Reformasi ini diharapkan sejalan dengan sistem pemantauan yang diperkenalkan oleh Kejaksaan Agung pada Februari 2026. Sistem tersebut mewajibkan adanya peringatan langsung untuk setiap pergerakan tidak sah dari aset digital yang disita.

ETH-4,15%
BTC-4,29%
TRX0,33%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan