Tambang $XAUUSD Martabe Kembali Beroperasi, Cek Prospek United Tractors (UNTR)



Penambang emas Indonesia, Agincourt Resources, mengatakan telah mendapat izin dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk melanjutkan operasional di tambang emas Martabe.

Sebelumnya, anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR) ini dikenai sanksi setelah adanya tuduhan pelanggaran lingkungan.

“Betul, sesuai yang disampaikan Kementerian terkait,” ungkap Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources Katarina Siburian Hardono saat dihubungi Kontan, Kamis (26/03/2026).

Katarina mengatakan, Agrincourt menyambut baik keputusan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terkait persetujuan untuk melanjutkan kegiatan operasional Tambang Emas Martabe.

"Perseroan saat ini tengah melakukan berbagai persiapan yang diperlukan, serta berkoordinasi dengan KLH dan kementerian terkait lainnya untuk memenuhi seluruh persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Anak usaha United Tractors (UNTR) itu juga menyebut bahwa melalui sinergi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan, PTAR tetap berfokus pada perlindungan lingkungan dan penerapan standar keselamatan tertinggi di seluruh area kerja, serta memberikan kontribusi berkelanjutan bagi karyawan, masyarakat lokal, dan pembangunan daerah.

“Itu (pemberian kembali izin) merupakan kewenangan penuh pemerintah yang tentunya didasarkan pada hasil evaluasi terhadap berbagai aspek, termasuk operasional, lingkungan, serta kepatuhan terhadap aturan dan ketentuan yang berlaku,” ungkap dia.

Prospek Kinerja UNTR

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai kembali beroperasinya Tambang Emas Martabe menjadi sentimen positif bagi keberlangsungan bisnis PT United Tractors Tbk (UNTR), khususnya dari lini pertambangan emas.

Menurut Nafan, izin operasional tersebut membuka peluang bagi UNTR untuk menjaga stabilitas produksi emas Martabe di kisaran 200.000 hingga 250.000 ounce per tahun. Selain itu, tambang Martabe juga dinilai memiliki usia tambang yang panjang, sehingga prospeknya masih menarik untuk menopang kinerja perusahaan dalam jangka panjang.

"Diversifikasi usaha ke sektor emas menjadi nilai tambah bagi UNTR, terutama sebagai penyangga kinerja ketika misalnya bisnis batu bara menghadapi tekanan atau pergerakan harga yang kurang menggembirakan. Dengan begitu, perusahaan memiliki sumber pendapatan yang lebih terdiversifikasi," kata Nafan kepada Kontan, Jumat (27/3/2026).

Di sisi lain, Nafan juga menyoroti potensi keuntungan dari aspek nilai tukar. Pasalnya, harga jual emas rata-rata menggunakan dolar Amerika Serikat (AS), sehingga dapat memberikan manfaat bagi perusahaan ketika nilai tukar rupiah kembali melemah, misalnya mendekati level Rp 17.000 per dolar AS.

Lebih lanjut, ia menilai komitmen UNTR dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik serta implementasi prinsip environmental, social, and governance (ESG) juga dapat menjadi katalis positif tambahan bagi prospek perusahaan ke depan.

Dari sisi rekomendasi saham, Nafan mempertahankan posisi beli saham UNTR di target harga Rp 33.975 per saham.
XAUUSD2,63%
post-image
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • 1
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan