Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Astronom astronom menemukan sumber sinar-X ekstrem dari Bintang Gamma Cassiopeiae
(MENAFN) Astronom mengalami salah satu teka-teki kosmos yang paling bertahan lama, menentukan sumber emisi sinar-X yang membingungkan dan sangat kuat dari sebuah bintang setelah setengah abad kebingungan ilmiah — dan pelakunya ternyata adalah pasangan bintang tersembunyi yang mengintai dalam bayang-bayang.
Sebuah studi yang diterbitkan pada hari Rabu di jurnal Astronomy & Astrophysics mengungkapkan bahwa bintang Gamma Cassiopeiae — terlihat tanpa teleskop di konstelasi Cassiopeia — telah menghasilkan keluaran sinar-X yang menyimpang melalui sebuah katai putih yang tersembunyi, secara diam-diam menarik materi di sekitarnya dan memanaskannya hingga suhu yang mengejutkan.
Sifat aneh bintang ini telah menarik perhatian komunitas ilmiah selama beberapa generasi. Pertama kali dikatalogkan sebagai bintang tipe Be — kelas bintang besar yang berputar cepat yang mengeluarkan materi ke luar, membentuk cakram khas — pada tahun 1866, Gamma Cassiopeiae memegang perbedaan sebagai bintang pertama dari jenis tersebut yang pernah diidentifikasi. Beberapa dekade kemudian, astronom menemukan anomali lain: bintang tersebut memancarkan sinar-X sekitar 40 kali lebih intens dibandingkan bintang besar sebanding, dengan plasma yang mencatat suhu melebihi 100 juta derajat — angka yang menentang penjelasan konvensional.
Terobosan datang melalui instrumen Resolve di atas teleskop luar angkasa XRISM Jepang, yang memungkinkan peneliti untuk menelusuri radiasi ekstrem langsung ke pasangan katai putih daripada bintang Be itu sendiri — memberikan bukti pengamatan konkret pertama dari konfigurasi sistem biner yang telah lama dihipotesiskan.
“Itu adalah, pada kenyataannya, bukti langsung pertama bahwa plasma ultra-panas yang bertanggung jawab atas sinar-X terkait dengan pasangan kompak, dan bukan dengan bintang Be itu sendiri,” kata Yael Naze, seorang astronom di Universitas Liege dan salah satu penulis studi, dalam siaran pers.
Implikasi penemuan ini melampaui penyelesaian teka-teki astronomi yang membandel. Para ilmuwan mengatakan bahwa temuan ini membuka jalur penelitian baru dengan konsekuensi jauh untuk memahami bagaimana sistem bintang biner berkembang — pengetahuan yang secara langsung memberi informasi pada studi gelombang gravitasi.
“Menyelesaikan misteri ini dengan demikian membuka jalan penelitian baru untuk tahun-tahun yang akan datang,” kata Naze. “Memahami evolusi sistem biner sangat penting untuk memahami, misalnya, gelombang gravitasi, karena memang biner besar yang memancarkannya di akhir kehidupan mereka.”
MENAFN25032026000045017169ID1110905176