Kontrak berjangka jagung mengalami kenaikan signifikan karena meningkatnya permintaan internasional, dengan USDA melaporkan pemesanan ekspor rekor, terutama dari Jepang, Korea Selatan, dan Meksiko. Harga berjangka mencerminkan sentimen bullish ini, sementara dana yang dikelola mengurangi posisi short secara hati-hati.